<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Susiloadhy&#039;s Log &#187; trend</title>
	<atom:link href="http://blog.susiloadhy.net/tag/trend/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.susiloadhy.net</link>
	<description>Codes Translation of Life and Thoughts</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 07:15:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>video pribadi (2)</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/07/video-pribadi-2/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/07/video-pribadi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jul 2007 17:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[human]]></category>
		<category><![CDATA[psychology]]></category>
		<category><![CDATA[reality]]></category>
		<category><![CDATA[reflection]]></category>
		<category><![CDATA[trend]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/07/07/video-pribadi-2/</guid>
		<description><![CDATA[Diawali oleh munculnya berita sensasional mengenai tersebarnya video &#8220;Bandung Lautan Asmara&#8221;, bukannya kapok, remaja-remaja itu malah sepertinya semakin berlomba-lomba membuat film panas pribadi. Judulnya macam-macam, dari &#8220;belum ada judul&#8221;, &#8220;gadis dago&#8221;, sampai &#8220;SPG telkomsel Makasar&#8221;. Banyak! Ya, saya tonton beberapa koleksi dari Aa bokep, penasaran apa sih hasil yang diperoleh dari menggunakan &#8220;warnet&#8221; di ruangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diawali oleh munculnya berita sensasional mengenai tersebarnya video &#8220;Bandung Lautan Asmara&#8221;, bukannya kapok, remaja-remaja itu malah sepertinya semakin berlomba-lomba membuat film panas pribadi.  Judulnya macam-macam, dari &#8220;belum ada judul&#8221;, &#8220;gadis dago&#8221;, sampai &#8220;SPG telkomsel Makasar&#8221;.  Banyak! Ya, saya tonton beberapa koleksi dari Aa bokep, penasaran apa sih hasil yang diperoleh dari menggunakan &#8220;warnet&#8221; di ruangan saya (baca: <a href="http://blog.susiloadhy.net/2007/07/06/video-pribadi-1/">video pribadi 1</a>) yang menghabiskan lebih dari separuh lebar pita WAN dan membuat transfer data internal lebih lambat dari biasanya.</p>
<p><span id="more-151"></span>90% dari koleksi rekan saya itu merupakan video pribadi. Mengapa mereka mau melakukannya? Apa yang mereka pikirkan saat membuat video panas itu?  Banyak pertanyaan bermunculan dari orang-orang yang melihat koleksi itu, kebanyakan dari wanita, bukan karena pria kurang kritis, namun karena mereka seakan sudah berada di &#8220;dunia lain&#8221; ketika menonton adegan-adegan itu.</p>
<p>Sisihkan dulu kata &#8220;panas&#8221;.  Membuat video pribadi tentunya memang sangat menarik.  Video lebih menarik daripada foto yang statis untuk digunakan sebagai media penyimpan kenangan.  Rekaman keluarga seperti awal bayi berjalan, ulang tahun, rekreasi, dan lain sebagainya tentu bukan hal yang ingin kita lewatkan dalam koleksi sejarah hidup kita.  Tak punya perekam video, kamera foto pasti digunakan.  Intinya, kenangan, apalagi peristiwa-peristiwa penting tak boleh disia-siakan.</p>
<p>Jika kita kembalikan kata &#8220;panas&#8221;-nya ke &#8220;video panas pribadi&#8221;, berlipat-lipat lagi menariknya.  Bagi sebagian orang, merupakan sensasi tersendiri saat membuat video panas pribadi.  Sensasi dapat muncul baik ketika perekaman itu sendiri<sup>1</sup>, ketika menonton ulang hasil rekaman<sup>2</sup>, bahkan ketika membiarkan orang lain menontonnya<sup>3</sup>, tergantung psikis si pemeran itu sendiri.  Sebagian besar pembuat video panas pribadi mungkin mengalami baik sensasi pertama dan kedua.  Sensasi ketiga sepertinya lebih banyak dialami oleh <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Exhibitionist">exhibitionist</a></em>.</p>
<p>Kesimpulannya, masalah pembuatan video (panas) pribadi bukanlah disebabkan oleh dengan trend, kondisi lingkungan, maupun budaya (timur/barat), melainkan hampir murni masalah psikologis. Budaya dan lain-lain mungkin hanya sebagai faktor pendorong, diluar itu sangat kecil perannya atas menjamurnya video pribadi.  Secara naluriah, semua orang mungkin dapat mengalaminya, namun tujuan dan alasannya saja yang mungkin berbeda-beda.  Apa anda pernah mencobanya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/07/video-pribadi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>video pribadi (1)</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/06/video-pribadi-1/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/06/video-pribadi-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jul 2007 16:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[human]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[reality]]></category>
		<category><![CDATA[trend]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/07/06/video-pribadi-1/</guid>
		<description><![CDATA[Terusik oleh posting bung munggur mengenai video seksi di YouTube, jadi teringat kembali salah seorang teman kantor saya yang kini sudah insyaf dari penyandang predikat Aa&#8217; bokep (pelesetan dari Aa&#8217; boxer). Seperti kebanyakan perusahaan yang core businessnya bukan di bidang teknologi informasi, akses internet di kantor dibatasi hanya untuk divisi tertentu, jaringan diutamakan digunakan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terusik oleh <em>posting</em> bung munggur mengenai <a href="http://munggur.wordpress.com/2007/07/06/memajang-video-seksi-di-youtube/">video seksi di YouTube</a>, jadi teringat kembali salah seorang teman kantor saya yang kini sudah insyaf dari penyandang predikat Aa&#8217; bokep (pelesetan dari Aa&#8217; boxer).  Seperti kebanyakan perusahaan yang <em>core businessnya</em> bukan di bidang teknologi informasi, akses internet di kantor dibatasi hanya untuk divisi tertentu,  jaringan  diutamakan digunakan untuk komunikasi data dan suara internal.</p>
<p><span id="more-150"></span>Teman-teman saya yang ingin mengakses internet saya persilahkan datang ke ruangan saya dan dapat menggunakan 1-2 PC di sana yang sering menganggur, sering saya sebut &#8216;warnet&#8217;.  Salah satu pelanggan tetap saya adalah seorang teman saya yang memiliki telepon genggam dengan kartu memori yang cukup besar untuk menyimpan musik beralbum-album musik berdurasi penuh.  Namun ternyata hanya beberapa gelintir saja musik disana, sisanya? Yah, begitulah&#8230;</p>
<p>Sebagai pria normal, bohong kalau saya bilang saya tidak tertarik, tapi terus terang saya bukan orang yang terlalu suka dengan film-film biru.  Kebanyakan terlalu dibuat-buat dan hanya memberikan gambaran maya atas adegan seks sebenarnya.</p>
<p>Namun ternyata apa yang dicari si Aa bokep bukan film biru biasa, melainkan video-video pribadi, atau paling tidak yang dibuat sedemikian rupa seperti video pribadi.  Yang membuat saya terkejut adalah ternyata cukup banyak sekali video-video semacam ini yang para pelakunya adalah remaja Indonesia (atau sekali lagi, paling tidak mirip sekali dengan wajah-wajah Indonesia).  Benar-benar banyak, dan sekali lagi, itu adalah video pribadi. Banyak di antaranya mengenakan pakaian SMU.  Sempat miris hati saya melihatnya, bagaimana anak saya kelak seusia mereka? Naudzubillah Himindalik.</p>
<p>Si Aa bokep pernah menunjukkan beberapa URI yang menjajakan video-video semacam ini.  Saya tidak ingin menuliskannya disini, mudah mendapatkannya dengan ber-googling sedikit saja.  Kebanyakan mereka membuat tautan-tautan untuk mengunduh video-video tersebut di penyedia akun blog gratis, terutama blogspot dan multiply.</p>
<p>Barusan saya cek lagi ternyata situs yang di blogspot sudah berubah, apa si empunya sudah insyaf?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/06/video-pribadi-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

