<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Susiloadhy&#039;s Log &#187; linux</title>
	<atom:link href="http://blog.susiloadhy.net/tag/linux/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.susiloadhy.net</link>
	<description>Codes Translation of Life and Thoughts</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 07:15:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>funny fail2ban debian package</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2012/01/01/funny-fail2ban-debian-package/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2012/01/01/funny-fail2ban-debian-package/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 04:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips&tricks]]></category>
		<category><![CDATA[fail2ban]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[nginx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;m using debian 6.0. I was checking my webserver logs when I found some bots tried to get some scripts I&#8217;ve never had before, so I decided to create a fail2ban configuration to take care of similar future requests. I&#8217;m using nginx so apache-noscript won&#8217;t help. It took me hours to try to understand what [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I&#8217;m using debian 6.0.</p>
<p>I was checking my webserver logs when I found some bots tried to get some scripts I&#8217;ve never had before, so I decided to create a fail2ban configuration to take care of similar future requests. I&#8217;m using nginx so apache-noscript won&#8217;t help.</p>
<p>It took me hours to try to understand what the hell happened to my nginx fail2ban filter and jail configurations that made all my tests failed. When I was nearly frustrated, I found <a title="thanks nginxguy!" href="http://serverfault.com/questions/307575/fail2ban-doesnt-process-jail-even-though-regex-matches" target="_blank">this</a> and try to compile fail2ban I&#8217;ve downloaded from fail2ban.org.</p>
<p>Now everything works! It turns out the debian fail2ban package is buggy. I should&#8217;ve tried to use google earlier.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2012/01/01/funny-fail2ban-debian-package/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Bajakan</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2008/06/13/indonesia-bajakan/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2008/06/13/indonesia-bajakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 01:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[the moment]]></category>
		<category><![CDATA[giveaway]]></category>
		<category><![CDATA[human]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[piracy]]></category>
		<category><![CDATA[reflection]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini sedang marak pemberitaan mengenai razia perangkat lunak bajakan yang dilakukan oleh kepolisian di Indonesia, khususnya di Jakarta. Sebagian hanya isapan jempol, sebagian lainnya tampak bahwa pemerintah benar-benar serius menghadapi pembajakan yang telah hidup puluhan tahun lamanya di negara kita tercinta ini. Perhatian pemerintah terhadap pembajakan perangkat lunak perlu diacungi jempol. Sampai kapan Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini sedang marak <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/12/time/155558/idnews/955220/idkanal/399">pemberitaan</a> mengenai razia perangkat lunak bajakan yang dilakukan oleh kepolisian di Indonesia, khususnya di Jakarta. Sebagian hanya isapan jempol, sebagian lainnya tampak bahwa pemerintah benar-benar serius menghadapi pembajakan yang telah hidup puluhan tahun lamanya di negara kita tercinta ini.</p>
<p>Perhatian pemerintah terhadap pembajakan perangkat lunak perlu diacungi jempol. Sampai kapan Indonesia mau belajar untuk menghargai jika bahkan perangkat lunak buatan dalam negeri saja masih juga dibajak. Sebagian besar peserta sebuah forum pun malah memandang <a href="http://forum.detikinet.com/showthread.php?t=17858">miring</a> razia itu. Coba anda pikir lagi, terlepas dari apa niat pemerintah dan kepolisian dari razia tersebut, toh pembajakan itu tetap perbuatan yang salah, mengapa dibela mati-matian?</p>
<p><span id="more-166"></span>Yang mengherankan, bahkan sebagian besar praktisi IT di Indonesia juga tak tahu malu, masih juga menggunakan perangkat lunak bajakan. Apalagi pada developer program, saya tak habis pikir, mereka mencari uang dengan membuat software, harusnya paham bahwa kekayaan intelektual itu sangat berharga. Saya sendiri bekerja di sebuah IT Company yang cukup mapan, sudah dipercaya sebagai vendor oleh perusahaan-perusahaan terbesar di Indonesia. Tapi cukup mengherankan saya ketika saya bergabung, ternyata tidak memiliki Lisensi atas sebagian besar perangkat lunak untuk di PC dan ratusan notebooknya, termasuk milik saya, yang saya terima dari kantor hanya berisi FreeDOS saja.</p>
<p>Jangan lakukan pembenaran dengan alasan daya beli masyarakat yang rendah. Sudah sangat banyak perangkat lunak yang gratis dan atau open source yang dapat membantu ada bekerja. Berikut ini saya tampilkan tabel perangkat lunak komersil dan perangkat gratis padanannya yang cukup menyaingi.</p>
<table style="height: 36px;" border="0" width="477">
<tbody>
<tr>
<th>Fungsi</th>
<th>komersial</th>
<th>gratis/opensource</th>
</tr>
<tr>
<td>Office suite</td>
<td>MS Office</td>
<td><a href="http://www.openoffice.org/">OpenOffice</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Editor (untuk programmer)</td>
<td>Ultraedit</td>
<td><a href="www.pspad.com">PSPad</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Pembaca Email</td>
<td>MS Outlook</td>
<td><a href="http://www.mozilla.com/thunderbird/">Thunderbird</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Editor Grafis</td>
<td>Adobe Photoshop</td>
<td><a href="http://www.gimp.org/">Gimp</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Antivirus</td>
<td>Kaspersky,symantec</td>
<td><a href="http://www.avast.com/eng/download-avast-home.html">Avast Home Edition</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Editor HTML</td>
<td>Dreamweaver</td>
<td><a href="http://www.nvu.com/">NVu</a>, <a href="http://www.kompozer.net/ ">KompoZer</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Pemutar Multimedia</td>
<td>cyberlink?</td>
<td><a href="http://www.videolan.org/vlc/">VLC Media Player</a></td>
</tr>
<tr>
<td>FTP/SFTP client/server</td>
<td>???</td>
<td><a href="http://winscp.net/">WinSCP</a>, <a href="http://filezilla-project.org/">Filezilla</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Graph Plotter</td>
<td>MatLab</td>
<td><a href="http://www.gnuplot.info/">GNUPlot</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Compressor</td>
<td>Winzip, Winrar</td>
<td><a href="http://peazip.sourceforge.net/">PeaZip</a>, <a href="http://www.7-zip.org/">7-zip</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dan masih banyak lagi yang lainnya.</p>
<p>Tak mampu membeli Sistem Operasi Microsoft Windows? Sama, saya juga. Gunakan Linux saja. Hampir semua perangkat lunak di atas memang awalnya dibuat untuk Linux.  Dari semua yang saya pernah coba untuk di desktop/penggunaan sehari-hari (debian, slackware, centos, redhat, fedora, solaris, dan <a href="http://opensuse.org/">OpenSUSE</a>), saya sangat puas dengan OpenSUSE yang sampai saat ini masih sebagai satu-satunya sistem operasi yang saya gunakan.</p>
<p>Jadi jangan bilang pakai bajakan karena tak sanggup beli, anda pakai perangkat lunak bajakan karena tidak mau berusaha! Sudah tidak mau berusaha untuk beli, tidak mau berusaha untuk belajar juga. Mau jadi apa Negara kita????</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2008/06/13/indonesia-bajakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>problem waktu di dual os</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/10/06/problem-waktu-di-dual-os/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/10/06/problem-waktu-di-dual-os/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 11:33:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/10/06/problem-waktu-di-dual-os/</guid>
		<description><![CDATA[Menggunakan windows dan debian bersama dalam laptop ekonomis -acer aspire 3684- saya ternyata perlu sedikit tuning agar os menunjukkan waktu yang benar di kedua sistem operasi. Linux mengenal 2 jenis jam, yaitu jam hardware dan jam sistem (kernel). Jam hardware berfungsi agar sistem operasi dapat memberikan informasi waktu yang benar bahkan ketika komputer baru dinyalakan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menggunakan windows dan debian bersama dalam laptop ekonomis -acer aspire 3684- saya ternyata perlu sedikit tuning agar os menunjukkan waktu yang benar di kedua sistem operasi.</p>
<p>Linux mengenal 2 jenis jam, yaitu jam hardware dan jam sistem (kernel).  Jam hardware berfungsi agar sistem operasi dapat memberikan informasi waktu yang benar bahkan ketika komputer baru dinyalakan.  Ini disebabkan jam hardware tetap terus aktif bahkan ketika komputer dalam keadaan mati, dan bahkan ketika laptop dalam keadaan tanpa baterai. Itu karena jam hardware hidup dari baterai yang sama untuk mendukung hidupnya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/BIOS">BIOS</a>.  Jam sistem adalah jam yang menunjukkan waktu saat kita menggunakan komputer.  Normalnya, setiap sistem operasi akan mengatur jam sistemnya dengan mengambil informasi waktu dari jam hardware saat <em>boot</em>, dan akan menyimpannya kembali ke jam hardware ketika sistem dimatikan.</p>
<p><span id="more-154"></span><br />
Saya menemui masalah pada saat saya memasang debian etch di laptop saya.  Ini tidak terjadi pada saat saya sebelumnya menggunakan slackware dan atau kubuntu, kenapa ya?  Debian yang saya pasang menggunakan waktu hardware sebagai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Utc">UTC</a> (=GMT), sedangkan windows melihatnya sebagai waktu lokal,sehingga saya hanya bisa memilih salah satu yang dapat menyajikan waktu yang benar (tentunya dengan acuan zona waktu GMT+7 yang benar juga).</p>
<p>Normalnya ini tidak menjadi masalah karena linux dapat diset agar berpikir seperti windows, menggunakan jam hardware sebagai jam lokal.  Di linux kita dapat menggunakan satu utilitas untuk mengambil dan menyimpan jam hardware ke jam sistem, yaitu <em><a href="http://manpages.courier-mta.org/htmlman8/hwclock.8.html">hwclock</a>.</em>  Saya review sedikit cara penggunaan hwclock untuk mengambil dan menyimpan informasi waktu jam hardware dari dan ke sistem :</p>
<p>Untuk menyimpan jam sistem ke jam hardware, menggunakan:</p>
<blockquote><p> hwclock &#8211;systohc</p></blockquote>
<p>Untuk mengambil jam hardware ke jam sistem, menggunakan:</p>
<blockquote><p> hwclock &#8211;hctosys</p></blockquote>
<p>Jika ingin menggunakan jam hardware sebagai waktu lokal, gunakan parameter &#8211;localtime :</p>
<blockquote><p> hwclock &#8211;hctosys &#8211;localtime</p>
<p>atau</p>
<p>hwclock &#8211;systohc &#8211;localtime</p></blockquote>
<p>Yang menjadi masalah adalah ternyata perintah tersebut tidak berfungsi di laptop ini, dan menampilkan pesan kesalahan:</p>
<blockquote><p>kenobi:/etc# hwclock &#8211;show<br />
select() to /dev/rtc to wait for clock tick timed out<br />
kenobi:/etc#</p></blockquote>
<p>Saya tidak terlalu mengerti apa masalahnya, namun saya temukan penyelesaiannya dengan menggunakan opsi &#8211;directisa</p>
<blockquote><p>kenobi:/etc# hwclock &#8211;show &#8211;directisa<br />
Sat 06 Oct 2007 02:30:17 PM WIT  -0.473586 seconds<br />
kenobi:/etc#</p></blockquote>
<p>Sebetulya masih ada yang aneh, kode zona waktu hasil utilitas tersebut menunjukkan <strong>WIT</strong>, tapi untuk sementara saya abaikan dulu.</p>
<p>Pada debian, hwclock dipanggil oleh skrip <strong>/etc/init.d/hwclock.sh</strong> ketika sistem melakukan proses boot dan pemadaman.  Kebetulan pada skrip ini sudah terdapat variabel <strong>HWCLOCKPARS</strong>, yang dapat diisi string parameter-parameter tambahan, jadi saya tinggal menambahkan parameter &#8220;&#8211;directisa&#8221; kepadanya.</p>
<blockquote><p># Set this to any options you might need to give to hwclock, such<br />
# as machine hardware clock type for Alphas.<br />
HWCLOCKPARS=&#8221;&#8211;directisa&#8221;</p></blockquote>
<p>Selain itu cek juga file <strong>/etc/default/rcS</strong>, file ini memuat salah satunya adalah variabel yang akan digunakan oleh skrip hwclock.sh untuk menentukan apakah jam hardware disimpan dalam UTC atau jam lokal.</p>
<blockquote><p>#<br />
# /etc/default/rcS<br />
#<br />
# Default settings for the scripts in /etc/rcS.d/<br />
#<br />
# For information about these variables see the rcS(5) manual page.<br />
#<br />
# This file belongs to the &#8220;initscripts&#8221; package.</p>
<p>TMPTIME=0<br />
SULOGIN=no<br />
DELAYLOGIN=no<br />
<strong>UTC=no</strong><br />
VERBOSE=no<br />
FSCKFIX=no<br />
RAMRUN=no<br />
RAMLOCK=no</p></blockquote>
<p>Timezone saya sebelumnya sudah diset &#8220;<strong>Asia/Jakarta</strong>&#8220;.  Konfigurasi timezone terdapat pada <strong>/etc/timezone</strong>, dapat di-edit langsung atau amannya menggunakan utilitas <strong>tzconfig</strong></p>
<p>Setelah semuanya diset, saya mencoba untuk mengatur jam kembali di sistem, kemudian menyimpannya secara manual dengan perintah</p>
<blockquote><p>hwclock &#8211;systohc &#8211;directisa &#8211;localtime</p></blockquote>
<p>lalu saya <em>reboot</em> sistem, dan berhasil!  Baik windows maupun linux sekarang menunjukkan waktu yang benar, dan tentu saja zona waktu yang benar pula.  Zona waktu saya sudah benar, Asia/Jakarta, namun kode Zona waktu tetap aneh, <strong>WIT</strong>, haha&#8230; ah biarkanlah, yang penting informasinya benar sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/10/06/problem-waktu-di-dual-os/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Slackware 12.0 dirilis</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/slackware-120-dirilis/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/slackware-120-dirilis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jul 2007 04:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[quickies]]></category>
		<category><![CDATA[the moment]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/slackware-120-dirilis/</guid>
		<description><![CDATA[Slackware terbaru baru saja dirilis dua hari yang lalu. Sepertinya ini kali pertama kernel 2.6 terpasang menjadi default kernelnya. Sebelumnya slackware masih memboyong kernel 2.4 sebagai default, namun tetap menyertakan kernel 2.6 sebagai alternatif.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.slackware.com/announce/12.0.php">Slackware terbaru</a> baru saja dirilis dua hari yang lalu. Sepertinya ini kali pertama kernel 2.6 terpasang menjadi default kernelnya. Sebelumnya slackware masih memboyong kernel 2.4 sebagai default, namun tetap menyertakan kernel 2.6 sebagai alternatif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/slackware-120-dirilis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari slackware ke ubuntu</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/dari-slackware-ke-ubuntu-2/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/dari-slackware-ke-ubuntu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jul 2007 03:45:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[the moment]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/dari-slackware-ke-ubuntu-2/</guid>
		<description><![CDATA[Sekian tahun lamanya saya bermesraan dengan slackware, terlalu banyak kenangan indah yang tak terlupakan. Teringat saat jatuh cinta pada pandangan pertama, melihatnya duduk dengan tenang di sudut ruang kecil di kantor saat masih sambil kuliah dulu. ReiserFS, disana dia tumbuh berkembang. Saya lupa versi berapa, kalau tidak salah saat itu darah di nadinya masih dipompa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekian tahun lamanya saya bermesraan dengan <a href="http://www.slackware.com/">slackware</a>, terlalu banyak kenangan indah yang tak terlupakan. Teringat saat jatuh cinta pada pandangan pertama, melihatnya duduk dengan tenang di sudut ruang kecil di kantor saat masih sambil kuliah dulu.</p>
<p>ReiserFS, disana dia tumbuh berkembang. Saya lupa versi berapa, kalau tidak salah saat itu darah di nadinya masih dipompa oleh kernel 2.2. Sudah belasan mesin saya sandingkan dengannya. Hampir seluruhnya hidup bahagia hinggga hari tua. Seperti PC saya yang hingga kini masih bersanding dengannya, walaupun<br />
hanya sebagai virtual machine (ya ya.. masih butuh w1nd0ws untuk main game dan lain-lain <img src='http://blog.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p><span id="more-145"></span>Saya sempat berkenalan dengan ubuntu sekitar 2 tahun yang lalu, namun perkenalan itu kurang begitu meninggalkan kesan. Kami diperkenalkan oleh salah satu teman saya di sebuah ISP, yang baru saja menerima paket ubuntu gratis. Jujur saja, perkenalan itu tak berjalan dengan baik.</p>
<p>Beberapa jam yang lalu laptop (baru <img src='http://blog.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) saya masih bersanding dengan slackware. Ada dua masalah yang saat itu belum dapat saya selesaikan, wireless card dan modem. Sekejap google mengubah pandangan saya selama ini. Baik kata kunci &#8220;<a href="http://www.google.com/search?q=14E4%3A4311">14E4:4311</a>&#8221; (vendor dan hardware id), maupun &#8220;<a href="http://www.google.com/search?q=wireless+driver+broadcom+1390+linux">wireless driver broadcom 1390 linux</a>&#8221; (hasil lspci), menunjukkan  ubuntuforums.org dan help.ubuntu.com pada ranking tertinggi. Instruksi yang tersedia secara langsung dan hanya beberapa baris di <a href="https://help.ubuntu.com/community/WifiDocs/Driver/bcm43xx/Feisty_No-Fluff">help.ubuntu.com</a> untuk kasus tersebut menarik saya untuk mencoba distro ini.</p>
<p>Setelah download kubuntu feisty fawn  (saya lebih terbiasa dengan KDE), bakar, dan pasangkan, saya coba aplikasikan petunjuk lengkap yang disebutkan di situs tersebut, alhasil wireless pun berfungsi dengan gemilang. Posting ini ditulis mengunakan firefox di kubuntu <em>gres</em> yang terkoneksi via wireless device saya.</p>
<p>Sebetulnya solusinya biasa saja, menggunakan <a href="http://ndiswrapper.sourceforge.net/">ndiswrapper</a> dan driver windows untuk dapat membuatnya berfungsi, namun masalahnya terletak di kelengkapan dan kemudahan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah. Ubuntu kelihatannya sedang menjadi trend linux untuk desktop masa kini, sehingga untuk memperoleh informasi mengenai pemasangannya di desktop (atau laptop) pun mudah didapat.</p>
<p>Sekarang tinggal mencari bagaimana memfungsikan Fax/Modemnya yang sepertinya terintegrasi dalam kartu suara. Kartu suara di kubuntu saya sudah berfungsi dengan baik, namun hingga saat ini saya belum menemukan cara untuk memfungsikan modemnya.</p>
<p>Slackware tetap akan menjadi cinta sejati. ubuntu? Ya punya kekasih lain demi memenuhi kebutuhan  kan boleh saja <img src='http://blog.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/dari-slackware-ke-ubuntu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bash Roulette</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/05/12/bash-roulettes/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/05/12/bash-roulettes/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2007 04:24:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[challenge]]></category>
		<category><![CDATA[games]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[joke]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/05/12/bash-roulettes/</guid>
		<description><![CDATA[Most of us must&#8217;ve been heard about Russian roulette, a gambling game of death based on 1/6 chance of a bullet in a gun. There were some chat about similar thing in blinkenshell community, #blinkenshell@irc.overloadx.net, but they implement this on linux shell. They called this a &#8220;bash roulettes&#8221;. Apparently bash roulettes is a common jokes [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Most of us must&#8217;ve been heard about <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Russian_roulette">Russian roulette</a>, a gambling game of death based on 1/6 chance of a bullet in a gun. There were some chat about similar thing in <a href="http://blinkenshell.org/">blinkenshell</a> community,  #blinkenshell@irc.overloadx.net, but they implement this on linux shell. They called this a &#8220;bash roulettes&#8221;.</p>
<p>Apparently bash roulettes is a common jokes of linux admins, named similar to the gun-death gambling because it can gamble the &#8220;life&#8221; of a system. Bash roulettes is a game of &#8220;death&#8221; for a sysadmin,  or everyone who have access to root account so the admin can gamble his own filesystem on 1/6 chance to be deleted  through fully, by using this bash command  :</p>
<blockquote><p><span class="main" name="top"></span></p>
<pre><code>[ $[ $RANDOM % 6 ] == 0 ] &amp;&amp; rm -rf / || echo "You live"</code></pre>
</blockquote>
<p>If the randomized number resulting a non zero, shell prints &#8220;You live&#8221; and you are lucky, but otherwise, say goodbye to your files <img src='http://blog.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>have fun!</p>
<p>Notice: This game is intended to be a joke.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/05/12/bash-roulettes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>gratis satu gratis semua</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/04/29/gratis-satu-gratis-semua/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/04/29/gratis-satu-gratis-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2007 15:19:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[mysql]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/04/29/gratis-satu-gratis-semua/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak pengelolaan TLD .id dipegang oleh depkominfo, pendaftaran domain .id tidak dipungut biaya sepeserpun, kontras dengan masa lalu dimana biaya sewa domain id justru lebih mahal dibandingkan domain .com, .net, dan lain-lain. Saya coba mendaftarkan beberapa domain menggunakan sistem pengelolaan domain di register.net.id, namun hanya satu yang disetujui, yaitu elsif.web.id karena memang saya hanya melengkapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak pengelolaan TLD .id dipegang oleh depkominfo, pendaftaran domain .id tidak dipungut biaya sepeserpun, kontras dengan masa lalu dimana biaya sewa domain id justru lebih mahal dibandingkan domain .com, .net, dan lain-lain.</p>
<p>Saya coba mendaftarkan beberapa domain menggunakan sistem pengelolaan domain di <a href="http://register.net.id/">register.net.id</a>, namun hanya satu yang disetujui, yaitu <strong>elsif.web.id</strong> karena memang saya hanya melengkapi dokumen saya pada domain tersebut.</p>
<p>Setelah beberapa hari, domain aktif. Terlintas di benak saya untuk mencoba menyempurnakan kebebasbiayaan (?) dari domain ini, dengan menggunakannya berdampingan dengan segala yang bebas biaya juga.</p>
<p><span id="more-134"></span></p>
<p><strong>DNS Hosting</strong><br />
Agar domain saya dapat saya gunakan, tentunya harus saya daftarkan dulu ke minimal 2 DNS server. Untuk ini saya menggunakan <a href="http://www.editdns.net/">EditDNS</a>. EditDNS memberikan pelayanan record-record yang cukup lengkap bagi sebuah hosting DNS gratis. Sebelumnya saya juga mencoba menggunakan <a href="http://everydns.net">EveryDNS</a>, <a href="http://www.mydomain.com">MyDomain</a>, dan <a href="http://FreeDNS.afraid.org">FreeDNS.afraid.org</a>, namun ternyata EditDNS paling memuaskan. EditDNS dapat memberikan pelayanan penuhnya hanya dengan memberikan donasi minimum $5 saja.</p>
<p><strong>Web Hosting</strong><br />
Persyaratan utama yang cari adalah dukungan terhadap <strong>php</strong>. Hosting yang saya cari akan lebih baik lagi jika memberikan layanan basis data, <strong>MySQL</strong> atau <strong>PostgreSQL</strong>, sehingga akses dari aplikasi web ke basisdata yang biasa saya gunakan lebih cepat.  Agak muluk, namun hosting gratis yang saya harapkan adalah hosting yang tidak menampilkan banner di halaman web yang akan kita pasang. Google memberikan cukup banyak jawaban untuk harapan saya tadi, namun setelah mencoba 3-4 hosting, pilihan saya jatuh pada <a href="http://freehostia.com/">FreeHostia</a>.</p>
<p>Berikut ini keterbatasan layanan gratis FreeHostia:</p>
<ol>
<li>Ruang sebesar 250MB</li>
<li>2 domain yang dihosting</li>
<li>10 subdomain</li>
<li>3 subdomain alias</li>
<li>3 akun e-mail</li>
<li>1 akun FTP</li>
<li>1 Database</li>
<li>1 database MySQL, maksimum 10 MB</li>
<li>5 GB trafik per bulan</li>
<li>tidak tersedia layanan shell</li>
<li>50000 jumlah file</li>
<li>ukuran file maksimum 500KB (saya belum coba apa yang terjadi jika ada file yang lebih)</li>
<li>Jika hosting DNS di sini, hanya ada 2 record MX dan 2 record A yang dapat diubah</li>
</ol>
<p>Di hosting ini saya memasang WordPress dengan tema K2 yang dapat diakses melalui URI <a href="http://blog.elsif.web.id/">http://blog.elsif.web.id/</a></p>
<p><strong>E-mail</strong><br />
Freehostia sebenarnya juga memberikan fasilitas e-mail, namun karena jumlahnya terbatas, ruang inbox yang pasti akan memakan ruang hosting secara keseluruhan, mungkin ini dapat menjadi alasan saya mengapa saya harus mencoba GMail dengan <a href="https://www.google.com/a/">Google Apps</a>-nya untuk menjadi hosting e-mail saya. Luar biasa! Saya tinggal arahkan record MX untuk domain saya ke MX google sesuai yang dicontohkan, dan Voila! dalam beberapa jam saya sudah dapat menerima e-mail masuk ke dalam kotak surat yang dihosting di GMail. E-mail saya sudah dapat diakses melalui http://mail.elsif.web.id/</p>
<p>Kesimpulannya, tanpa mengeluarkan uang sepeserpun (diluar biaya koneksi internet tentunya), saya dapat memiliki sebuah blog WordPress dengan domain milik sendiri, dipasang di hosting dengan ruang 250MB, ruang E-mail 2GB dan fasilitas GMail, dan semuanya berfungsi berkat hosting DNS yang cukup lengkap.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/04/29/gratis-satu-gratis-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jatuh bangun idealisme</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/04/01/jatuh-bangun-idealisme/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/04/01/jatuh-bangun-idealisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Apr 2007 14:12:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[challenge]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/04/01/jatuh-bangun-idealisme/</guid>
		<description><![CDATA[Mata kuliah Bahasa Indonesia saya hanya dapat C, saya menyerah, mungkin dalam tulisan ini akan banyak ditemui tertukarnya kata idealisme dan fanatisme. Saya kira setiap manusia harus punya idealisme masing-masing untuk membuatnya tetap memiliki semangat untuk mengerjakan atau mengejar sesuatu yang dia sukai / yakini. Namun seberapa kuatkah idealisme kita dapat bertahan, ketika &#8220;kebutuhan&#8221; yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mata kuliah Bahasa Indonesia saya hanya dapat C, saya menyerah, mungkin dalam tulisan ini akan banyak ditemui tertukarnya kata idealisme dan fanatisme.</p>
<p>Saya kira setiap manusia harus punya idealisme masing-masing untuk membuatnya tetap memiliki semangat untuk mengerjakan atau mengejar sesuatu yang dia sukai /  yakini. Namun seberapa kuatkah idealisme kita dapat bertahan, ketika &#8220;kebutuhan&#8221; yang berada di seberang sudah merayu untuk meruntuhkan sendiri tembok yang kita bangun?</p>
<p><span id="more-128"></span></p>
<p>Runtuhkan idealisme sendiri mungkin sama dengan menelan ludah sendiri. Jangan-jangan saya buncit karena kebanyakan menelan ludah itu ya? Dalam perjalanan ketertarikan saya di teknologi informasi, saya sering mendoktrin diri agar dapat membuat saya lebih semangat untuk maju (lho kok mirip slogan partai?) untuk memperdalam suatu aplikasi, sistem operasi, dan sebagainya.</p>
<p>Contohnya, saat kuliah saya sempat mendoktrin diri agar selalu menggunakan linux daripada windows dan menggunakan perangkat lunak yang free atau open source daripada perangkat lunak bajakan. Untuk sistem operasi, hingga sekarang saya selalu gunakan Slackware. Sayangnya ada yang masih timpang, mengecewakan. Saya harus tersandung oleh modem internal saya dengan chipset <a href="http://www.conexant.com/">Connexant</a>, dimana <a href="http://www.linuxant.com/drivers/">drivernya</a> untuk linux ternyata komersil. Hal itu masih terasa hingga sekarang. Mungkin bukan hanya itu saja, ada beberapa hal lain yang mungkin memaksa saya untuk lagi-lagi menggunakan windows. Intinya dengan dual boot, saya gonta-ganti sistem operasi saja <img src='http://blog.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Jadi plin-plan.</p>
<p>Untuk penggunaan perangkat lunak open source / freeware spesifik walau menggunakan windows, itu cukup sukses saya lakukan hingga sekarang. <a href="http://www.pspad.com/">PSPad</a> adalah editor yang selalu setia menemani saya sejak bekerja di web developer dulu. <a href="http://www.openoffice.org/">OpenOffice</a> sudah mengantarkan saya menyelesaikan jenjang S1 (S2 kapan ya?). Mozilla <a href="ttp://www.mozilla.com/en-US/">Firefox</a>, sahabat sejati. <a href="http://www.fastStone.org/">FastStone</a> Capture, teman menangkap tampilan layar. <a href="http://www.7-zip.org/">7-ZIP</a>, siap lebarkan ruang kosong. <a href="http://www.chiark.greenend.org.uk/~sgtatham/putty/">PuTTY</a> dan <a href="http://winscp.net/eng/index.php">WinSCP</a> setia hubungkan saya ke dunia luar. Masih banyak lagi.</p>
<p>Terkadang kita terlalu manja untuk menggunakan suatu perangkat lunak yang tak lazim / biasa kita gunakan. Sebagian dari kita memilih untuk menggunakan produk bajakan yang sudah biasa kita gunakan dibandingkan harus bersusah payah mempelajari suatu perangkat lunak baru. Cara agar kita mau mempelajarinya? Bangun idealisme, bentuk fanatisme. Runtuh? bangun lagi, coba lagi, paksakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/04/01/jatuh-bangun-idealisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

