problem waktu di dual os

October 6th, 2007 by bayu

Menggunakan windows dan debian bersama dalam laptop ekonomis -acer aspire 3684- saya ternyata perlu sedikit tuning agar os menunjukkan waktu yang benar di kedua sistem operasi.

Linux mengenal 2 jenis jam, yaitu jam hardware dan jam sistem (kernel). Jam hardware berfungsi agar sistem operasi dapat memberikan informasi waktu yang benar bahkan ketika komputer baru dinyalakan. Ini disebabkan jam hardware tetap terus aktif bahkan ketika komputer dalam keadaan mati, dan bahkan ketika laptop dalam keadaan tanpa baterai. Itu karena jam hardware hidup dari baterai yang sama untuk mendukung hidupnya BIOS. Jam sistem adalah jam yang menunjukkan waktu saat kita menggunakan komputer. Normalnya, setiap sistem operasi akan mengatur jam sistemnya dengan mengambil informasi waktu dari jam hardware saat boot, dan akan menyimpannya kembali ke jam hardware ketika sistem dimatikan.

Baca lanjutannya… »

Posted in Uncategorized | 3 Comments »

Slackware 12.0 dirilis

July 4th, 2007 by bayu

Slackware terbaru baru saja dirilis dua hari yang lalu. Sepertinya ini kali pertama kernel 2.6 terpasang menjadi default kernelnya. Sebelumnya slackware masih memboyong kernel 2.4 sebagai default, namun tetap menyertakan kernel 2.6 sebagai alternatif.

Posted in quickies, the moment | No Comments »

Dari slackware ke ubuntu

July 4th, 2007 by bayu

Sekian tahun lamanya saya bermesraan dengan slackware, terlalu banyak kenangan indah yang tak terlupakan. Teringat saat jatuh cinta pada pandangan pertama, melihatnya duduk dengan tenang di sudut ruang kecil di kantor saat masih sambil kuliah dulu.

ReiserFS, disana dia tumbuh berkembang. Saya lupa versi berapa, kalau tidak salah saat itu darah di nadinya masih dipompa oleh kernel 2.2. Sudah belasan mesin saya sandingkan dengannya. Hampir seluruhnya hidup bahagia hinggga hari tua. Seperti PC saya yang hingga kini masih bersanding dengannya, walaupun
hanya sebagai virtual machine (ya ya.. masih butuh w1nd0ws untuk main game dan lain-lain :P ).

Baca lanjutannya… »

Posted in the moment | 2 Comments »

Bash Roulette

May 12th, 2007 by bayu

Most of us must’ve been heard about Russian roulette, a gambling game of death based on 1/6 chance of a bullet in a gun. There were some chat about similar thing in blinkenshell community, #blinkenshell@irc.overloadx.net, but they implement this on linux shell. They called this a “bash roulettes”.

Apparently bash roulettes is a common jokes of linux admins, named similar to the gun-death gambling because it can gamble the “life” of a system. Bash roulettes is a game of “death” for a sysadmin, or everyone who have access to root account so the admin can gamble his own filesystem on 1/6 chance to be deleted through fully, by using this bash command :

[ $[ $RANDOM % 6 ] == 0 ] && rm -rf / || echo “You live”

If the randomized number resulting a non zero, shell prints “You live” and you are lucky, but otherwise, say goodbye to your files :)).

have fun!

Notice: This game is intended to be a joke.

Posted in Uncategorized | No Comments »

gratis satu gratis semua

April 29th, 2007 by bayu

Sejak pengelolaan TLD .id dipegang oleh depkominfo, pendaftaran domain .id tidak dipungut biaya sepeserpun, kontras dengan masa lalu dimana biaya sewa domain id justru lebih mahal dibandingkan domain .com, .net, dan lain-lain.

Saya coba mendaftarkan beberapa domain menggunakan sistem pengelolaan domain di register.net.id, namun hanya satu yang disetujui, yaitu elsif.web.id karena memang saya hanya melengkapi dokumen saya pada domain tersebut.

Setelah beberapa hari, domain aktif. Terlintas di benak saya untuk mencoba menyempurnakan kebebasbiayaan (?) dari domain ini, dengan menggunakannya berdampingan dengan segala yang bebas biaya juga.

Baca lanjutannya… »

Posted in domain, mysql, wordpress | 9 Comments »

jatuh bangun idealisme

April 1st, 2007 by bayu

Mata kuliah Bahasa Indonesia saya hanya dapat C, saya menyerah, mungkin dalam tulisan ini akan banyak ditemui tertukarnya kata idealisme dan fanatisme.

Saya kira setiap manusia harus punya idealisme masing-masing untuk membuatnya tetap memiliki semangat untuk mengerjakan atau mengejar sesuatu yang dia sukai / yakini. Namun seberapa kuatkah idealisme kita dapat bertahan, ketika “kebutuhan” yang berada di seberang sudah merayu untuk meruntuhkan sendiri tembok yang kita bangun?

Baca lanjutannya… »

Posted in Uncategorized | 2 Comments »