<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Susiloadhy&#039;s Log &#187; IT</title>
	<atom:link href="http://blog.susiloadhy.net/tag/it/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.susiloadhy.net</link>
	<description>Codes Translation of Life and Thoughts</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 07:15:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>funny fail2ban debian package</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2012/01/01/funny-fail2ban-debian-package/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2012/01/01/funny-fail2ban-debian-package/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 04:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips&tricks]]></category>
		<category><![CDATA[fail2ban]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[nginx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;m using debian 6.0. I was checking my webserver logs when I found some bots tried to get some scripts I&#8217;ve never had before, so I decided to create a fail2ban configuration to take care of similar future requests. I&#8217;m using nginx so apache-noscript won&#8217;t help. It took me hours to try to understand what [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I&#8217;m using debian 6.0.</p>
<p>I was checking my webserver logs when I found some bots tried to get some scripts I&#8217;ve never had before, so I decided to create a fail2ban configuration to take care of similar future requests. I&#8217;m using nginx so apache-noscript won&#8217;t help.</p>
<p>It took me hours to try to understand what the hell happened to my nginx fail2ban filter and jail configurations that made all my tests failed. When I was nearly frustrated, I found <a title="thanks nginxguy!" href="http://serverfault.com/questions/307575/fail2ban-doesnt-process-jail-even-though-regex-matches" target="_blank">this</a> and try to compile fail2ban I&#8217;ve downloaded from fail2ban.org.</p>
<p>Now everything works! It turns out the debian fail2ban package is buggy. I should&#8217;ve tried to use google earlier.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2012/01/01/funny-fail2ban-debian-package/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>big buck bunny</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2008/06/22/big-buck-bunny/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2008/06/22/big-buck-bunny/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 05:06:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[the moment]]></category>
		<category><![CDATA[design]]></category>
		<category><![CDATA[free]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[opensource]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata lagi-lagi saya ketinggalan yang satu ini, big buck bunny adalah sebuah film animasi 3 dimensi open source yang dibuat menggunakan perangkat open source juga, blender. Film ini dibuat oleh sebuah tim kecil dari blender community yang berkumpul di sebuah studio di Amsterdam untuk mengerjakan proyek &#8220;peach&#8221; ini. Hasilnya sangat memuaskan, film animasi 3D lucu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata lagi-lagi saya ketinggalan yang satu ini, <a href="http://www.bigbuckbunny.org/">big buck bunny</a> adalah sebuah film animasi 3 dimensi open source yang dibuat menggunakan perangkat open source juga, <a href="http://www.blender.org/">blender</a>. Film ini dibuat oleh sebuah tim kecil dari blender community yang berkumpul di sebuah studio di Amsterdam untuk mengerjakan proyek &#8220;peach&#8221; ini. Hasilnya sangat memuaskan, film animasi 3D lucu ini tidak kalah kualitasnya dengan film-film animasi 3D masa kini lainnya.</p>
<p>Sesuai tujuan awalnya yaitu membuat film 3D open source, source dari film ini dapat diperoleh di <a href="http://graphicall.org/bbb/index.php">repository</a>, sehingga para seniman 3D dapat mempelajari atau menggunakan kembali kode program dari film animasi ini dengan satu syarat, tetap memberi attribute pada blender foundation atau bigbuckbunny.org.</p>
<p>Satu lagi masterpiece dari Open Source Software, membuktikan bahwa produk yang berkualitas tidak harus mahal. Versi Online dari film ini sudah dirilis sejak Mei lalu, dirilis dalam berbagai resolusi dan format (termasuk format iso DVD), coba kunjungi <a href="http://www.bigbuckbunny.org/index.php/download/">bigbuckbunny.org</a>. Berikut ini film Big Buck Bunny streaming (tentunya low quality) di YouTube.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/YE7VzlLtp-4&amp;hl=en" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/YE7VzlLtp-4&amp;hl=en"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2008/06/22/big-buck-bunny/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Bajakan</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2008/06/13/indonesia-bajakan/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2008/06/13/indonesia-bajakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 01:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[the moment]]></category>
		<category><![CDATA[giveaway]]></category>
		<category><![CDATA[human]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[piracy]]></category>
		<category><![CDATA[reflection]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini sedang marak pemberitaan mengenai razia perangkat lunak bajakan yang dilakukan oleh kepolisian di Indonesia, khususnya di Jakarta. Sebagian hanya isapan jempol, sebagian lainnya tampak bahwa pemerintah benar-benar serius menghadapi pembajakan yang telah hidup puluhan tahun lamanya di negara kita tercinta ini. Perhatian pemerintah terhadap pembajakan perangkat lunak perlu diacungi jempol. Sampai kapan Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini sedang marak <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/12/time/155558/idnews/955220/idkanal/399">pemberitaan</a> mengenai razia perangkat lunak bajakan yang dilakukan oleh kepolisian di Indonesia, khususnya di Jakarta. Sebagian hanya isapan jempol, sebagian lainnya tampak bahwa pemerintah benar-benar serius menghadapi pembajakan yang telah hidup puluhan tahun lamanya di negara kita tercinta ini.</p>
<p>Perhatian pemerintah terhadap pembajakan perangkat lunak perlu diacungi jempol. Sampai kapan Indonesia mau belajar untuk menghargai jika bahkan perangkat lunak buatan dalam negeri saja masih juga dibajak. Sebagian besar peserta sebuah forum pun malah memandang <a href="http://forum.detikinet.com/showthread.php?t=17858">miring</a> razia itu. Coba anda pikir lagi, terlepas dari apa niat pemerintah dan kepolisian dari razia tersebut, toh pembajakan itu tetap perbuatan yang salah, mengapa dibela mati-matian?</p>
<p><span id="more-166"></span>Yang mengherankan, bahkan sebagian besar praktisi IT di Indonesia juga tak tahu malu, masih juga menggunakan perangkat lunak bajakan. Apalagi pada developer program, saya tak habis pikir, mereka mencari uang dengan membuat software, harusnya paham bahwa kekayaan intelektual itu sangat berharga. Saya sendiri bekerja di sebuah IT Company yang cukup mapan, sudah dipercaya sebagai vendor oleh perusahaan-perusahaan terbesar di Indonesia. Tapi cukup mengherankan saya ketika saya bergabung, ternyata tidak memiliki Lisensi atas sebagian besar perangkat lunak untuk di PC dan ratusan notebooknya, termasuk milik saya, yang saya terima dari kantor hanya berisi FreeDOS saja.</p>
<p>Jangan lakukan pembenaran dengan alasan daya beli masyarakat yang rendah. Sudah sangat banyak perangkat lunak yang gratis dan atau open source yang dapat membantu ada bekerja. Berikut ini saya tampilkan tabel perangkat lunak komersil dan perangkat gratis padanannya yang cukup menyaingi.</p>
<table style="height: 36px;" border="0" width="477">
<tbody>
<tr>
<th>Fungsi</th>
<th>komersial</th>
<th>gratis/opensource</th>
</tr>
<tr>
<td>Office suite</td>
<td>MS Office</td>
<td><a href="http://www.openoffice.org/">OpenOffice</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Editor (untuk programmer)</td>
<td>Ultraedit</td>
<td><a href="www.pspad.com">PSPad</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Pembaca Email</td>
<td>MS Outlook</td>
<td><a href="http://www.mozilla.com/thunderbird/">Thunderbird</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Editor Grafis</td>
<td>Adobe Photoshop</td>
<td><a href="http://www.gimp.org/">Gimp</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Antivirus</td>
<td>Kaspersky,symantec</td>
<td><a href="http://www.avast.com/eng/download-avast-home.html">Avast Home Edition</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Editor HTML</td>
<td>Dreamweaver</td>
<td><a href="http://www.nvu.com/">NVu</a>, <a href="http://www.kompozer.net/ ">KompoZer</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Pemutar Multimedia</td>
<td>cyberlink?</td>
<td><a href="http://www.videolan.org/vlc/">VLC Media Player</a></td>
</tr>
<tr>
<td>FTP/SFTP client/server</td>
<td>???</td>
<td><a href="http://winscp.net/">WinSCP</a>, <a href="http://filezilla-project.org/">Filezilla</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Graph Plotter</td>
<td>MatLab</td>
<td><a href="http://www.gnuplot.info/">GNUPlot</a></td>
</tr>
<tr>
<td>Compressor</td>
<td>Winzip, Winrar</td>
<td><a href="http://peazip.sourceforge.net/">PeaZip</a>, <a href="http://www.7-zip.org/">7-zip</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dan masih banyak lagi yang lainnya.</p>
<p>Tak mampu membeli Sistem Operasi Microsoft Windows? Sama, saya juga. Gunakan Linux saja. Hampir semua perangkat lunak di atas memang awalnya dibuat untuk Linux.  Dari semua yang saya pernah coba untuk di desktop/penggunaan sehari-hari (debian, slackware, centos, redhat, fedora, solaris, dan <a href="http://opensuse.org/">OpenSUSE</a>), saya sangat puas dengan OpenSUSE yang sampai saat ini masih sebagai satu-satunya sistem operasi yang saya gunakan.</p>
<p>Jadi jangan bilang pakai bajakan karena tak sanggup beli, anda pakai perangkat lunak bajakan karena tidak mau berusaha! Sudah tidak mau berusaha untuk beli, tidak mau berusaha untuk belajar juga. Mau jadi apa Negara kita????</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2008/06/13/indonesia-bajakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Squid rumahan</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/12/22/squid-rumahan/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/12/22/squid-rumahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2007 15:52:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[me]]></category>
		<category><![CDATA[network]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/12/22/squid-rumahan/</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah lama menggunakan telkomspeedy untuk koneksi internet di rumah. Biasanya, saya menggunakan layanan personal (1Gb) dirasa sudah cukup berlebih hanya untuk menjelajah web dan mengunduh untuk berkas dan perangkat lunak berukuran kecil hingga sedang. Tentu saja keinginan untuk mengunduh citra distro-distro linux gratis harus dipendam dalam-dalam, lebih baik ditunda untuk mengunduh di kantor, dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sudah lama menggunakan <a href="http://www.telkomspeedy.com/">telkomspeedy</a> untuk koneksi internet di rumah.  Biasanya, saya menggunakan layanan personal (1Gb)  dirasa sudah cukup berlebih hanya untuk menjelajah web dan mengunduh untuk berkas dan perangkat lunak berukuran kecil hingga sedang.  Tentu saja keinginan untuk mengunduh citra distro-distro linux gratis harus dipendam dalam-dalam, lebih baik ditunda untuk mengunduh di kantor, dengan konsekuensi harus menunggu lebih lama karena berebut dengan hampir seluruh karyawan kantor.</p>
<p><span id="more-158"></span>Saat di Bandung,  layanan speedy personal saya gunakan berdua bersama istri saya.  Baru sebulan ini saya dan istri pindah ke Jakarta, karena kebetulan saya mendapat pekerjaan baru di Jakarta, hampir bersamaan dengan istri saya yang juga akan segera bekerja di tempat barunya di Jakarta.   Karena kami baru saja dikaruniai seorang putri dan kami berdua bekerja, sementara kami tinggal di rumah orang tua istri saya, bersama kedua adik istri saya.</p>
<p>Untuk koneksi internet di Jakarta, saya mencoba untuk menghubungi <a href="http://www.firstmedia.com/">firstmedia</a> yang terkenal karena harga trafik data yang sangat murah.  Namun sepertinya harus menunggu Jakarta tidak macet baru firstmedia mau menjawab telepon saya. sudah puluhan kali saya menghubungi <em>customer service</em> namun hanya robot yang menjawab, sedang melayani <em>customer</em> lain katanya, omong kosong!  Setelah membandingkan dengan layanan-layanan <em>broadband</em> lain, dari sisi harga dan kemudahan akhirnya saya terpaksa kembali memilih telkomspeedy untuk koneksi di rumah.</p>
<p>Saya mencoba memasang <a href="http://www.squid-cache.org/">squid</a> di rumah karena dengan harapan dapat mengurangi permintaan langsung ke server web, mengingat 4 orang dari penghuni rumah adalah pengguna internet, bahkan pada waktu-waktu tertentu kami berempat dapat secara bersamaan mengakses internet. Belum lagi terkadang ada saudara kami yang berkunjung dan ikut mengakses internet.</p>
<p>Saya menggunakan <a href="http://www.gohttp://www.serassio.it/SquidNT.htmKS60hqUQbjTPlJrbg">squidNT</a>, dikonfigurasi sebagai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Proxy_server#Transparent_and_non-transparent_proxy_server">proxy transparan</a>, saya pasang di notebook ECS tua yang sudah terpisah dengan layarnya, dijadikan server tembolok. Beruntung sekali modem yang saya miliki berchipset Broadcom BCM6338, bisa <a href="http://www.cyberciti.biz/tips/hacking-beetel-220x-adsl-router-broadcom-bcm6338.html">diakali</a> sehingga saya memperoleh akses <em>shell</em>, sehingga saya dapat mengeksekusi iptables secara langsung untuk membuat aturan-aturan pengarahan trafik ke proksi transparan.</p>
<p>Berikut ini statistik squid saya di rumah yang dijenerasi oleh <a href="http://www.w3perl.com/">w3perl</a>.<br />
<a href="http://blog.susiloadhy.net/gallery/photo/2128956486/2007-12-22200426.html" class="tt-flickr"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2039/2128956486_93eb921710.jpg" alt="2007-12-22_200426" border="0" height="248" width="500" /></a></p>
<p>Sebenarnya statistik ini tidak dapat menggambarkan penggunaan speedy, karena sebagian dari trafik merupakan trafik squid yang saya pasang di notebook saya saat saya menggunakan internet di kantor.  Untuk apa saya pasang di lokal? tujuan mulianya untuk mengisi tembolok squid saya dengan harapan pengguna internet lain di rumah mengakses halaman  / bagian web yang sudah tersimpan di tembolok <img src='http://blog.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terlihat pada statistik di atas, total jumlah &#8220;HIT&#8221; adalah 13.6%.Â  Jika saja secara kasar saya kalikan dengan 1 Gb layanan personal saya, berarti saya sudah menghemat 136MB. Angka yang cukup signifikan untuk harga koneksi internet di Indonesia.  Agar lebih puas, untuk bulan depan saya akan mulai kembali penghitungan dari awal, dari nol.  Dengan kondisi tembolok yang sudah terisi cukup banyak.</p>
<p>Saat saya menulis <em>posting</em> ini,  trafik data saya sudah melebihi kuota sebanyak 52MB.  Padahal ini baru tanggal 22, dan libur panjang pula (rentetan libur dan cuti bersama Idul Adha dan Natal).  Ya siap-siap saja kuota berlebihan, mungkin sekitar 100-200 MB lah, melihat dari trend sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/12/22/squid-rumahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mencari ujung kabel di port switch</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/10/08/mencari-ujung-kabel-di-port-switch/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/10/08/mencari-ujung-kabel-di-port-switch/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Oct 2007 17:33:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips&tricks]]></category>
		<category><![CDATA[cisco]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[network]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/10/08/mencari-ujung-kabel-di-port-switch/</guid>
		<description><![CDATA[Saya kesulitan menemukan judul yang tepat untuk jurnal ini, tapi intinya adalah bagaimana caranya menemukan pada interface mana suatu outlet jaringan atau kabel terhubung pada cisco switch. Idealnya, ketika suatu infrastruktur jaringan dibangun, kabel-kabel ditarik, outlet ditanam, dan switch dipasang, begitu pula penomoran outlet seharusnya dilengkapi. Dengan begitu dunia akan menjadi lebih indah bagi administrator [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kesulitan menemukan judul yang tepat untuk jurnal ini, tapi intinya adalah bagaimana caranya menemukan pada <em>interface</em> mana suatu outlet jaringan atau kabel terhubung pada cisco switch.</p>
<p>Idealnya, ketika suatu infrastruktur jaringan dibangun, kabel-kabel ditarik, outlet ditanam, dan switch dipasang, begitu pula penomoran outlet seharusnya dilengkapi. Dengan begitu dunia akan menjadi lebih indah bagi administrator jaringan.  Namun apa yang terjadi bila kita tiba-tiba menghadapi suatu hutan belantara, kabel disana sini tanpa kejelasan di <em>interface</em> mana dia terkoneksi di switch.  Masalah bertambah lagi ketika kita dihadapkan pada jaringan kantor yang menerapkan virtual LAN,  kabel harus terpasang pada <em>interface</em> yang sesuai agar komputer atau perangkat <em>end-user</em> dapat berfungsi dengan benar.</p>
<p><span id="more-155"></span><br />
<strong>Perubahan Status Interface</strong></p>
<p>Jika switch dapat diraih dan dapat dipasangkan kabel konsol terhadapnya, tentu kita dapat menemukannya dengan cara memasang dan mencabut kabel, menunggu lampu indikator mati dan hidup, maupun melihat melalui perubahan status interface.  Pada saat kita melakukan konsol, secara <em>default</em> cisco akan memberikan informasi perubahan status <em>interface.</em></p>
<p>Selain itu kita juga dapat mengetahui perubahan status interface (up/down) dengan menerapkan perintah</p>
<blockquote><p>show ip interface brief</p></blockquote>
<p>pada <a href="http://www.cisco.com/univercd/cc/td/doc/product/access/acs_mod/1600/1600swcf/swskills.htm#26817">privileged exec mode</a>.  Namun tentunya cara ini cukup menyulitkan apabila jumlah port pada switch banyak.</p>
<p>Jika kita sudah mengetahui pada switch mana kabel atau outlet tersebut terkoneksi, atau paling tidak ada sejumlah kecil kandidat switch cisco yang kita yakini, kita lakukan telnet ke switch tersebut, aktifkan logging ke terminal sehingga apa yang didapat dengan kita pasangkan konsol dapat pula kita peroleh dari terminal virtual (sesi telnet).</p>
<p>Untuk mengaktifkan logging ke terminal, pada privileged exec mode, terapkan perintah</p>
<blockquote><p>terminal monitor</p></blockquote>
<p>namun jangan lupa juga menerapkan pada <a href="http://www.cisco.com/univercd/cc/td/doc/product/access/acs_mod/1600/1600swcf/swskills.htm#26817">global configuration mode</a> perintah</p>
<blockquote><p>logging monitor 7</p></blockquote>
<p>agar pesan yang muncul sangat detil.</p>
<p><strong>CDP (Cisco Discovery Protocol)</strong></p>
<p>Solusi lainnya yang termudah adalah dengan menggunakan perangkat lunak komersil <a href="http://www.tallsoft.com/cdpmonitor.htm">Cisco CDP Monitor</a>. Versi shareware dari <em>tool </em> sehargaUSD 19.95 ini dapat di-unduh melalui situs webnya.  Setelah perangkat lunak ini dijalankan, dengan menunggu beberapa detik saja saya segera mengetahui ke switch mana, interface mana, berapa ip switch tersebut, dan bahkan pada vlan id mana interface tersebut terkonfigurasi.</p>
<p>Apa itu CDP dan bagaimana dia dapat membantu kita menemukan jarum diantara jerami?  CDP, Cisco Discovery Protocol adalah suatu protokol di layer 2 model OSI (data link-layer) <em>proprietary</em> cisco yang berguna untuk berbagi informasi antara dua perangkat keras cisco yang terkoneksi secara langsung (bertetangga).  Apa saja isi informasi yang dikirimkan melalui CDP tersebut? Diantaranya:</p>
<ul>
<li>Nama host dari perangkat</li>
<li>Interface perangkat dari mana CDP tersebut dikirim</li>
<li>Fungsi/kapabilitas dari perangkat pengirim (misal router, switch, repeater, dll)</li>
</ul>
<p>Pada perangkat cisco, informasi ini dapat diperoleh pada mode <a href="http://www.cisco.com/univercd/cc/td/doc/product/access/acs_mod/1600/1600swcf/swskills.htm#26817http://www.cisco.com/univercd/cc/td/doc/product/access/acs_mod/1600/1600swcf/swskills.htm#26817">privileged exec</a> menggunakan perintah :</p>
<blockquote><p>show cdp neighbors</p></blockquote>
<p>atau bila menginginkan informasi yang lebih lengkap, misal termasuk :</p>
<ul>
<li>IP Address perangkat</li>
<li>Domain VTP (Vlan Trunking Protocol)</li>
<li>Vlan (Virtual LAN) ID dari suatu interface</li>
<li>Versi perangkat, baik versi perangkat keras maupun lunaknya</li>
<li>dll</li>
</ul>
<p>dapat diperoleh dengan menambahkan &#8220;detail&#8221; pada perintah tersebut</p>
<blockquote><p>show cdp neighbors detail</p></blockquote>
<p>By the way, setelah saya melihat contoh trafik CDP di <a href="http://wiki.wireshark.org/CDP">http://wiki.wireshark.org/CDP</a>,  trafik mudah diuraikan, sepertinya mudah membuat skrip untuk mengambil informasi darinya.</p>
<p>Ternyata sudah lama ada perl module untuk mendengar / mengirim CDP, yaitu <a href="http://search.cpan.org/~mchapman/Net-CDP-0.09/lib/Net/CDP.pm">NET::CDP</a>.  Nanti akan saya coba buat skrip simpelnya dan akan saya tautkan di posting ini.  Tidak perlu merogoh kocek untuk membeli Cisco CDP Monitor ternyata&#8230;. hahaha&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/10/08/mencari-ujung-kabel-di-port-switch/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>problem waktu di dual os</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/10/06/problem-waktu-di-dual-os/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/10/06/problem-waktu-di-dual-os/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 11:33:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/10/06/problem-waktu-di-dual-os/</guid>
		<description><![CDATA[Menggunakan windows dan debian bersama dalam laptop ekonomis -acer aspire 3684- saya ternyata perlu sedikit tuning agar os menunjukkan waktu yang benar di kedua sistem operasi. Linux mengenal 2 jenis jam, yaitu jam hardware dan jam sistem (kernel). Jam hardware berfungsi agar sistem operasi dapat memberikan informasi waktu yang benar bahkan ketika komputer baru dinyalakan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menggunakan windows dan debian bersama dalam laptop ekonomis -acer aspire 3684- saya ternyata perlu sedikit tuning agar os menunjukkan waktu yang benar di kedua sistem operasi.</p>
<p>Linux mengenal 2 jenis jam, yaitu jam hardware dan jam sistem (kernel).  Jam hardware berfungsi agar sistem operasi dapat memberikan informasi waktu yang benar bahkan ketika komputer baru dinyalakan.  Ini disebabkan jam hardware tetap terus aktif bahkan ketika komputer dalam keadaan mati, dan bahkan ketika laptop dalam keadaan tanpa baterai. Itu karena jam hardware hidup dari baterai yang sama untuk mendukung hidupnya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/BIOS">BIOS</a>.  Jam sistem adalah jam yang menunjukkan waktu saat kita menggunakan komputer.  Normalnya, setiap sistem operasi akan mengatur jam sistemnya dengan mengambil informasi waktu dari jam hardware saat <em>boot</em>, dan akan menyimpannya kembali ke jam hardware ketika sistem dimatikan.</p>
<p><span id="more-154"></span><br />
Saya menemui masalah pada saat saya memasang debian etch di laptop saya.  Ini tidak terjadi pada saat saya sebelumnya menggunakan slackware dan atau kubuntu, kenapa ya?  Debian yang saya pasang menggunakan waktu hardware sebagai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Utc">UTC</a> (=GMT), sedangkan windows melihatnya sebagai waktu lokal,sehingga saya hanya bisa memilih salah satu yang dapat menyajikan waktu yang benar (tentunya dengan acuan zona waktu GMT+7 yang benar juga).</p>
<p>Normalnya ini tidak menjadi masalah karena linux dapat diset agar berpikir seperti windows, menggunakan jam hardware sebagai jam lokal.  Di linux kita dapat menggunakan satu utilitas untuk mengambil dan menyimpan jam hardware ke jam sistem, yaitu <em><a href="http://manpages.courier-mta.org/htmlman8/hwclock.8.html">hwclock</a>.</em>  Saya review sedikit cara penggunaan hwclock untuk mengambil dan menyimpan informasi waktu jam hardware dari dan ke sistem :</p>
<p>Untuk menyimpan jam sistem ke jam hardware, menggunakan:</p>
<blockquote><p> hwclock &#8211;systohc</p></blockquote>
<p>Untuk mengambil jam hardware ke jam sistem, menggunakan:</p>
<blockquote><p> hwclock &#8211;hctosys</p></blockquote>
<p>Jika ingin menggunakan jam hardware sebagai waktu lokal, gunakan parameter &#8211;localtime :</p>
<blockquote><p> hwclock &#8211;hctosys &#8211;localtime</p>
<p>atau</p>
<p>hwclock &#8211;systohc &#8211;localtime</p></blockquote>
<p>Yang menjadi masalah adalah ternyata perintah tersebut tidak berfungsi di laptop ini, dan menampilkan pesan kesalahan:</p>
<blockquote><p>kenobi:/etc# hwclock &#8211;show<br />
select() to /dev/rtc to wait for clock tick timed out<br />
kenobi:/etc#</p></blockquote>
<p>Saya tidak terlalu mengerti apa masalahnya, namun saya temukan penyelesaiannya dengan menggunakan opsi &#8211;directisa</p>
<blockquote><p>kenobi:/etc# hwclock &#8211;show &#8211;directisa<br />
Sat 06 Oct 2007 02:30:17 PM WIT  -0.473586 seconds<br />
kenobi:/etc#</p></blockquote>
<p>Sebetulya masih ada yang aneh, kode zona waktu hasil utilitas tersebut menunjukkan <strong>WIT</strong>, tapi untuk sementara saya abaikan dulu.</p>
<p>Pada debian, hwclock dipanggil oleh skrip <strong>/etc/init.d/hwclock.sh</strong> ketika sistem melakukan proses boot dan pemadaman.  Kebetulan pada skrip ini sudah terdapat variabel <strong>HWCLOCKPARS</strong>, yang dapat diisi string parameter-parameter tambahan, jadi saya tinggal menambahkan parameter &#8220;&#8211;directisa&#8221; kepadanya.</p>
<blockquote><p># Set this to any options you might need to give to hwclock, such<br />
# as machine hardware clock type for Alphas.<br />
HWCLOCKPARS=&#8221;&#8211;directisa&#8221;</p></blockquote>
<p>Selain itu cek juga file <strong>/etc/default/rcS</strong>, file ini memuat salah satunya adalah variabel yang akan digunakan oleh skrip hwclock.sh untuk menentukan apakah jam hardware disimpan dalam UTC atau jam lokal.</p>
<blockquote><p>#<br />
# /etc/default/rcS<br />
#<br />
# Default settings for the scripts in /etc/rcS.d/<br />
#<br />
# For information about these variables see the rcS(5) manual page.<br />
#<br />
# This file belongs to the &#8220;initscripts&#8221; package.</p>
<p>TMPTIME=0<br />
SULOGIN=no<br />
DELAYLOGIN=no<br />
<strong>UTC=no</strong><br />
VERBOSE=no<br />
FSCKFIX=no<br />
RAMRUN=no<br />
RAMLOCK=no</p></blockquote>
<p>Timezone saya sebelumnya sudah diset &#8220;<strong>Asia/Jakarta</strong>&#8220;.  Konfigurasi timezone terdapat pada <strong>/etc/timezone</strong>, dapat di-edit langsung atau amannya menggunakan utilitas <strong>tzconfig</strong></p>
<p>Setelah semuanya diset, saya mencoba untuk mengatur jam kembali di sistem, kemudian menyimpannya secara manual dengan perintah</p>
<blockquote><p>hwclock &#8211;systohc &#8211;directisa &#8211;localtime</p></blockquote>
<p>lalu saya <em>reboot</em> sistem, dan berhasil!  Baik windows maupun linux sekarang menunjukkan waktu yang benar, dan tentu saja zona waktu yang benar pula.  Zona waktu saya sudah benar, Asia/Jakarta, namun kode Zona waktu tetap aneh, <strong>WIT</strong>, haha&#8230; ah biarkanlah, yang penting informasinya benar sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/10/06/problem-waktu-di-dual-os/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>teknologi vs manusia</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/05/teknologi-vs-manusia/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/05/teknologi-vs-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 04:57:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[state of the art]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/07/05/teknologi-vs-manusia/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama saya tidak ke BEC (Bandung Electronic Center), dan terakhir ke sana pintu masuk parkir masih dioperasikan oleh manusia. Kini, pelanggan yang memasuki area parkir disuguhkan sebuah mesin berbentuk persegi tinggi sekitar 1 meter dengan tombol merah dan biru. Entah apa gunanya tombol merah, tapi disitu terpampang pesan bahwa saya harus menekan tombol biru. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama saya tidak ke BEC (Bandung Electronic Center), dan terakhir ke sana pintu masuk parkir masih dioperasikan oleh manusia.  Kini, pelanggan yang memasuki area parkir disuguhkan sebuah mesin berbentuk persegi tinggi sekitar 1 meter dengan tombol merah dan biru.  Entah apa gunanya tombol merah, tapi disitu terpampang pesan bahwa saya harus menekan tombol biru.  Berselang sekitar satu detik setelah tombol biru ditekan, keluarlah tiket parkir yang hanya berisi sedikit informasi, yang menonjol hanyalah sebuah barcode disana untuk dipindai di pintu keluar.</p>
<p><span id="more-147"></span>Kampus ITB punya perangkat yang serupa, di pintu-pintu gerbangnya, namun yang ini mungkin menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rfid">RFID</a>, sedikit lebih canggih lagi.  Gerbang pintu masuk dan keluar dibatasi oleh sebuah palang yang otomatis terbuka jika pengendara menempelkan kartu identitasnya ke pembaca kartu.  Mirip dengan pembaca kartu identitas untuk absensi di kantor saya.</p>
<p>Pintu-pintu jalan tol, seperti di pintu Tol Pasteur juga mulai menerapkan pelayan kartu dalam bentuk serupa dengan yang saya temui di BEC, hanya yang ini tidak perlu menekan tombol apapun, kartu sudah siap diambil.</p>
<p>Semua teknologi yang saya sebutkan memiliki dampak langsung terhadap <em>labour cost</em>, dimana dengan diterapkannya teknologi tersebut, jumlah karyawan yang dibutuhkan dapat dikurangi paling sedikit 50%.  Apalagi untuk di ITB, bila sistem diterapkan secara sepenuhnya (saat ini masih ada satpam yang menjaga),  idealnya <em>labour cost</em> untuk sekuriti yang berjaga di pintu dapat dikurangi hingga 100%.</p>
<p>Ini problem dilematik, teknologi menguntungkan bagi satu pihak, namun bisa menjadi monster mematikan bagi pihak lain.  Namun yang pasti, hampir semua mesin tercipta dari niat untuk membantu manusia, bukan justru menggoyahkan keberadaannya.  Bahkan banyak mesin yang kini sudah menjadi bagian dari hidup manusia.  Telepon genggam, televisi, kendaraan bermotor adalah sebagian kecil dari mesin-mesin yang hampir menjadi kebutuhan utama manusia.</p>
<p>Saya gemar membuat script (kebanyakan dalam bahasa perl) untuk membantu pekerjaan saya. Hampir semua pekerjaan rutin yang seharusnya saya kerjakan secara manual sudah ditangani script-script tersebut. Pekerjaan saya menjadi jauh lebih ringan, datang ke kantor tinggal melihat <em>log-log</em> dan report yang sudah di-generasi sebelum saya datang sekitar pukul 8-9 di kantor.</p>
<p>Setelah dipikir-pikir, mengingat kasus BEC, ITB, dan pintu tol, berarti ini proyek bunuh diri namanya.  Sebentar lagi saya juga akan dipecat.  Kalau memang sistem semua sudah otomatis, lalu saya dibayar untuk apa lagi? hahaha&#8230;  <img src='http://blog.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/05/teknologi-vs-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Slackware 12.0 dirilis</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/slackware-120-dirilis/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/slackware-120-dirilis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jul 2007 04:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[quickies]]></category>
		<category><![CDATA[the moment]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/slackware-120-dirilis/</guid>
		<description><![CDATA[Slackware terbaru baru saja dirilis dua hari yang lalu. Sepertinya ini kali pertama kernel 2.6 terpasang menjadi default kernelnya. Sebelumnya slackware masih memboyong kernel 2.4 sebagai default, namun tetap menyertakan kernel 2.6 sebagai alternatif.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.slackware.com/announce/12.0.php">Slackware terbaru</a> baru saja dirilis dua hari yang lalu. Sepertinya ini kali pertama kernel 2.6 terpasang menjadi default kernelnya. Sebelumnya slackware masih memboyong kernel 2.4 sebagai default, namun tetap menyertakan kernel 2.6 sebagai alternatif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/slackware-120-dirilis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari slackware ke ubuntu</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/dari-slackware-ke-ubuntu-2/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/dari-slackware-ke-ubuntu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jul 2007 03:45:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[the moment]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/dari-slackware-ke-ubuntu-2/</guid>
		<description><![CDATA[Sekian tahun lamanya saya bermesraan dengan slackware, terlalu banyak kenangan indah yang tak terlupakan. Teringat saat jatuh cinta pada pandangan pertama, melihatnya duduk dengan tenang di sudut ruang kecil di kantor saat masih sambil kuliah dulu. ReiserFS, disana dia tumbuh berkembang. Saya lupa versi berapa, kalau tidak salah saat itu darah di nadinya masih dipompa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekian tahun lamanya saya bermesraan dengan <a href="http://www.slackware.com/">slackware</a>, terlalu banyak kenangan indah yang tak terlupakan. Teringat saat jatuh cinta pada pandangan pertama, melihatnya duduk dengan tenang di sudut ruang kecil di kantor saat masih sambil kuliah dulu.</p>
<p>ReiserFS, disana dia tumbuh berkembang. Saya lupa versi berapa, kalau tidak salah saat itu darah di nadinya masih dipompa oleh kernel 2.2. Sudah belasan mesin saya sandingkan dengannya. Hampir seluruhnya hidup bahagia hinggga hari tua. Seperti PC saya yang hingga kini masih bersanding dengannya, walaupun<br />
hanya sebagai virtual machine (ya ya.. masih butuh w1nd0ws untuk main game dan lain-lain <img src='http://blog.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p><span id="more-145"></span>Saya sempat berkenalan dengan ubuntu sekitar 2 tahun yang lalu, namun perkenalan itu kurang begitu meninggalkan kesan. Kami diperkenalkan oleh salah satu teman saya di sebuah ISP, yang baru saja menerima paket ubuntu gratis. Jujur saja, perkenalan itu tak berjalan dengan baik.</p>
<p>Beberapa jam yang lalu laptop (baru <img src='http://blog.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) saya masih bersanding dengan slackware. Ada dua masalah yang saat itu belum dapat saya selesaikan, wireless card dan modem. Sekejap google mengubah pandangan saya selama ini. Baik kata kunci &#8220;<a href="http://www.google.com/search?q=14E4%3A4311">14E4:4311</a>&#8221; (vendor dan hardware id), maupun &#8220;<a href="http://www.google.com/search?q=wireless+driver+broadcom+1390+linux">wireless driver broadcom 1390 linux</a>&#8221; (hasil lspci), menunjukkan  ubuntuforums.org dan help.ubuntu.com pada ranking tertinggi. Instruksi yang tersedia secara langsung dan hanya beberapa baris di <a href="https://help.ubuntu.com/community/WifiDocs/Driver/bcm43xx/Feisty_No-Fluff">help.ubuntu.com</a> untuk kasus tersebut menarik saya untuk mencoba distro ini.</p>
<p>Setelah download kubuntu feisty fawn  (saya lebih terbiasa dengan KDE), bakar, dan pasangkan, saya coba aplikasikan petunjuk lengkap yang disebutkan di situs tersebut, alhasil wireless pun berfungsi dengan gemilang. Posting ini ditulis mengunakan firefox di kubuntu <em>gres</em> yang terkoneksi via wireless device saya.</p>
<p>Sebetulnya solusinya biasa saja, menggunakan <a href="http://ndiswrapper.sourceforge.net/">ndiswrapper</a> dan driver windows untuk dapat membuatnya berfungsi, namun masalahnya terletak di kelengkapan dan kemudahan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah. Ubuntu kelihatannya sedang menjadi trend linux untuk desktop masa kini, sehingga untuk memperoleh informasi mengenai pemasangannya di desktop (atau laptop) pun mudah didapat.</p>
<p>Sekarang tinggal mencari bagaimana memfungsikan Fax/Modemnya yang sepertinya terintegrasi dalam kartu suara. Kartu suara di kubuntu saya sudah berfungsi dengan baik, namun hingga saat ini saya belum menemukan cara untuk memfungsikan modemnya.</p>
<p>Slackware tetap akan menjadi cinta sejati. ubuntu? Ya punya kekasih lain demi memenuhi kebutuhan  kan boleh saja <img src='http://blog.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/07/04/dari-slackware-ke-ubuntu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vendor beruntung</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2007/06/24/vendor-beruntung/</link>
		<comments>http://blog.susiloadhy.net/2007/06/24/vendor-beruntung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 15:58:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[me]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>
		<category><![CDATA[work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2007/06/24/vendor-beruntung/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin di kantor terjadi problem yang cukup kritis. Terjadi kerusakan pada file basis data yang terjadi pada waktu yang salah. Saat ini adalah masa-masa genting menjelang diadakannya general inventory, yaitu suatu proses penghitungan stok secara manual dengan tujuan menerapkan atau mengkalibrasi data stok yang benar pada basis data. Hal ini biasa dilakukan di perusahaan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin di kantor terjadi problem yang cukup kritis. Terjadi kerusakan pada file basis data yang terjadi pada waktu yang salah. Saat ini adalah masa-masa genting menjelang diadakannya <em>general inventory</em>, yaitu suatu proses penghitungan stok  secara manual dengan tujuan menerapkan atau mengkalibrasi data stok yang benar pada basis data. Hal ini biasa dilakukan di perusahaan yang bergerak di bidang retail.</p>
<p><span id="more-142"></span><br />
Kami sudah memiliki kontrak maintenance dengan pembangun software basis data yang kami gunakan, jadi jika terjadi masalah yang tidak dapat kami tangani, dapat langsung dieskalasikan ke vendor dan mereka (harus) dapat menyelesaikannya. Toh memang tentunya sebagai vendor perangkat lunak, mereka juga menutupi bagian-bagian tertentu aplikasi mereka, sehingga pada tingkatan tertentu hanya mereka yang bisa membereskannya. Biasanya mereka menyelesaikannya secara <em>remote</em>. Namun seperti sindiran di pesan komersial produk telekomunikasi, syarat dan ketentuan berlaku.</p>
<p>Vendor meminta biaya tambahan bila mereka menyelesaikan masalah di akhir minggu. Beruntungnya mereka, masalah kritis terjadi di akhir minggu, dapat tambahan <em>dong</em>! Inilah dilemanya, jika masalah tidak diselesaikan secepatnya, masalah dapat menjalar kemana-mana, dan dapat menyebabkan <em>general inventory</em> kacau.  Namun bila saya memutuskan untuk menyerahkan masalah pada vendor, maka nantinya saya yang pusing harus membaca angka tagihan yang biasanya tidak masuk akal orang Indonesia. Belum lagi pusing membayangkan bagaimana kagetnya atasan begitu melihat <em>expense request</em> untuk pembayaran tagihan itu yang kemungkinan sekitar 3 digit US$ itu.</p>
<p>Vendor beruntung? Atau jangan-jangan ada unsur kesengajaan? Ah, saya sih tidak mau berprasangka buruk.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.susiloadhy.net/2007/06/24/vendor-beruntung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

