Indonesia Bajakan
June 13th, 2008 by bayuBelakangan ini sedang marak pemberitaan mengenai razia perangkat lunak bajakan yang dilakukan oleh kepolisian di Indonesia, khususnya di Jakarta. Sebagian hanya isapan jempol, sebagian lainnya tampak bahwa pemerintah benar-benar serius menghadapi pembajakan yang telah hidup puluhan tahun lamanya di negara kita tercinta ini.
Perhatian pemerintah terhadap pembajakan perangkat lunak perlu diacungi jempol. Sampai kapan Indonesia mau belajar untuk menghargai jika bahkan perangkat lunak buatan dalam negeri saja masih juga dibajak. Sebagian besar peserta sebuah forum pun malah memandang miring razia itu. Coba anda pikir lagi, terlepas dari apa niat pemerintah dan kepolisian dari razia tersebut, toh pembajakan itu tetap perbuatan yang salah, mengapa dibela mati-matian?
Yang mengherankan, bahkan sebagian besar praktisi IT di Indonesia juga tak tahu malu, masih juga menggunakan perangkat lunak bajakan. Apalagi pada developer program, saya tak habis pikir, mereka mencari uang dengan membuat software, harusnya paham bahwa kekayaan intelektual itu sangat berharga. Saya sendiri bekerja di sebuah IT Company yang cukup mapan, sudah dipercaya sebagai vendor oleh perusahaan-perusahaan terbesar di Indonesia. Tapi cukup mengherankan saya ketika saya bergabung, ternyata tidak memiliki Lisensi atas sebagian besar perangkat lunak untuk di PC dan ratusan notebooknya, termasuk milik saya, yang saya terima dari kantor hanya berisi FreeDOS saja.
Jangan lakukan pembenaran dengan alasan daya beli masyarakat yang rendah. Sudah sangat banyak perangkat lunak yang gratis dan atau open source yang dapat membantu ada bekerja. Berikut ini saya tampilkan tabel perangkat lunak komersil dan perangkat gratis padanannya yang cukup menyaingi.
| Fungsi | komersial | gratis/opensource |
|---|---|---|
| Office suite | MS Office | OpenOffice |
| Editor (untuk programmer) | Ultraedit | PSPad |
| Pembaca Email | MS Outlook | Thunderbird |
| Editor Grafis | Adobe Photoshop | Gimp |
| Antivirus | Kaspersky,symantec | Avast Home Edition |
| Editor HTML | Dreamweaver | NVu, KompoZer |
| Pemutar Multimedia | cyberlink? | VLC Media Player |
| FTP/SFTP client/server | ??? | WinSCP, Filezilla |
| Graph Plotter | MatLab | GNUPlot |
| Compressor | Winzip, Winrar | PeaZip, 7-zip |
Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Tak mampu membeli Sistem Operasi Microsoft Windows? Sama, saya juga. Gunakan Linux saja. Hampir semua perangkat lunak di atas memang awalnya dibuat untuk Linux. Dari semua yang saya pernah coba untuk di desktop/penggunaan sehari-hari (debian, slackware, centos, redhat, fedora, solaris, dan OpenSUSE), saya sangat puas dengan OpenSUSE yang sampai saat ini masih sebagai satu-satunya sistem operasi yang saya gunakan.
Jadi jangan bilang pakai bajakan karena tak sanggup beli, anda pakai perangkat lunak bajakan karena tidak mau berusaha! Sudah tidak mau berusaha untuk beli, tidak mau berusaha untuk belajar juga. Mau jadi apa Negara kita????
Posted in the moment | 3 Comments »

November 13th, 2008 at 3:21 am
622bw4nahc4slydr
February 14th, 2009 at 4:20 pm
Pemberantasan sofware bajakan harus dari aparat pemerintahan dahulu baru ke masyarakatnya
March 7th, 2010 at 7:07 pm
Saya sangat setuju bahwa seharusnya kita tidak pakai bajakan. Tapi… tapi… ta… eh ya sudahlah. TIDAK ADA TAPI