Pagi macet, Senin apalagi

January 14th, 2008 by bayu

Setiabudi Macet 1Beginilah Jakarta di Pagi hari, cukup beberapa hari saja saya dapat menikmati Senin Jakarta yang lengang, pada Desember 2007, ketika sekolah libur dan banyak akhir minggu yang panjang karena cuti bersama dan libur tambahan yang diberikan oleh sebagian besar perusahaan kepada karyawan-karyawannya.

Saya melangkahkan kaki dari rumah di daerah Cirendeu sekitar pukul 6 pagi, yang berarti 2.30 jam sebelum jam masuk kantor. Waktu sampainya variatif, pada saat lengang, jam 7 kurang saya sudah sampai di kantor di daerah setiabudi. Namun pada saat ramai seperti ini, saya sampai kantor dapat lebih dari 8.30.

Jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan infrastruktur yang ada sepertinya jadi penyebab utama. Infrastrurkah yang harus ditambah? Bisa saja, tapi sampai kapan? Penambahan infrastruktur tak mungkin dapat menyaingi pertumbuhan jumlah kendaraan di Jakarta.

Solusi yang terbaik adalah mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang kenaikannya sudah eksponensial itu. Permasalahan di Indonesia saat ini adalah ketidaknyamanan dan kurangnya ketersediaan transportasi publik yang ada, sehingga setiap keluarga terus berpikir untuk menambah jumlah kendaraan pribadinya. Tentunya pemerintah harus dapat berkonsentrasi di pengembangan dan perbaikan sarana transportasi publik!

Saya, terus terang salah satu yang merasa jauh lebih nyaman membawa kendaraan sendiri, bahkan dibanding untuk menumpang Busway sekalipun. Busway, yang dulu bercita-cita menjadi transportasi yang nyaman dan bebas macet, ternyata kini sudah sama sekali tidak nyaman dan seringkali tidak bebas macet.Busway,losing its way

Bagaimana busway mau bebas macet, jika aparat pemerintah tak dapat konsisten dengan cita-cita busway itu sendiri? Kendaraan pribadi kini diperbolehkan, bahkan ada beberapa ruas di koridor tertentu yang ketika jalan macet, jalur busway sengaja dibuka untuk kendaraan pribadi.

Selain itu kurangnya jumlah bus TransJakarta ini juga memaksa kendaraan ini menjadi transportasi publik yang kurang nyaman. Penumpang kini berdesak-desakan, berebut kursi, dan bahkan copet sudah mulai berani beraksi di atas bus ini.

Apa kata dunia?

Posted in the moment |

4 Responses to “Pagi macet, Senin apalagi”

  1. bagoes  Says:

    macet adalah sarapan pagi utk yg punya rumah jauh, Bro….qiqiqi

  2. bayu  Says:

    haha… dasar sampeyan, ngeledek

  3. Fanny Nasril  Says:

    Pindah aja lagi ke bandung Boss !!!….

  4. Jarod  Says:

    Pa Kabar Boss…. kangen neh gw ..
    jadi gw intip hati lo aja deh…

    bersyukurlah selagi bisa libur di hari libur…….

Leave a Reply