kuning, kena tilang?
March 19th, 2007 by bayuTadinya saya ingin melupakan saja pengalaman menegangkan kabur dari pungli polantas kemarin, tapi berhubung sedang blogwalking dan tak sengaja mampir di sebuah blog baru pungli.wordpress.com, jadi teringat kembali pengalaman kemarin.
Kemarin, karena kebetulan long weekend, kakak saya sekeluarga beserta anak-anaknya yang tinggal di Jakarta liburan ke Bandung. Kami lalu berkunjung ke Museum Geologi dan Rumah makan Laksana. Sepulangnya dari Laksana, di perempatan jalan Ahmad Yani dan jalan Laswi, kebetulan lampu hijau sudah berpindah ke kuning, namun kakak ipar saya yang sedang giliran mengemudi, tetap melaju. Tentu saja itu bukan kesalahan kan? Masak kita harus mengerem mendadak ketika lampu berpindah ke kuning di saat kami tepat berada di perempatan ??.
Entah apa juga karena kendaraan saya berplat B, dasar Polantas, kesempatan emas ini teryata dimanfaatkannya. Dia langsung mengangkat Handy Talky-nya, mengarahkan antena sebagai alat penunjuk ke arah kendaraan kami. Dalam hati saya berkata, ah kena deh.. bayar berapa nih?
Di luar dugaan, ternyata kakak ipar saya mengabaikannya, dan kabuuuur…
Untuk beberapa menit setelah kabur dari polantas mata duitan itu, suasana masih tegang dan berusaha melewati jalan-jalan tikus. Sebenarnya kami juga tidak tahu apakah polisi gila itu mengikuti atau tidak, yang jelas kami sudah selamat dari tilang si polisi edan itu.
Sebenarnya saya sudah pernah mengalami hal yang serupa sebelumnya, yaitu tetap melaju di saat lampu lalu lintas menyala kuning. saat itu saya mengeluarkan kocek 20.000 saja plus ngomel “masih kuning! memangnya kamu pikir saya buta warna?”. Mendengarnya polisi edan itu ngaleos..
Posted in the moment | No Comments »
