tolak digusur
March 30th, 2007 by bayuHouse is an Island. Salah satu cara developer mengusir yang tak mau digusur. Di Bandung, Bandung Super Mall (BSM) juga ada kasus yang serupa. Kapan-kapan saya foto deh.
Posted in quickies | No Comments »
House is an Island. Salah satu cara developer mengusir yang tak mau digusur. Di Bandung, Bandung Super Mall (BSM) juga ada kasus yang serupa. Kapan-kapan saya foto deh.
Posted in quickies | No Comments »
Bug, atau saya sebut saja kutu, kalau di kepala membuat gatal, tapi kalau di perangkat lunak dapat membuat panas hati penggunanya. Seminggu yang lalu saya menulis sebuah skrip perl untuk memproses suatu data yang ternyata kemudian dibagikan dan dijadikan standar. Saya sih tenang-tenang saja waktu menggunakannnya, karena memang sudah saya uji terlebih dahulu untuk memproses data di server saya dan saya tidak menemukan problem apapun.
Beberapa hari kemudian, ada beberapa komplen terjadinya keanehan pada data keluaran dari skrip yang saya susun. Aneh, karena di saya tidak terjadi apa-apa, jadi saya pun tenang-tenang saja, saya pikir itu memang data mereka sebelum diproses sudah “aneh”. Hal itu saya jalani sampai hari ini, dimana akhirnya saya temukan juga keanehan pada data keluarannya… wah… baru setelah itu saya langsung kontak korban-korban sebelumnya.
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
Sudah mulai mengantuk, tapi berat rasanya untuk melepaskan diri dari depan PC ini. Akhir-akhir ini waktu istirahat saya mulai berantakan lagi. Dulu waktu masih kuliah, sering sekali saya hajar saja begadang di depan monitor karena merasa sayang melewatkan asyiknya mengutak-atik sesuatu yang baru, mengejar deadline mengerjakan proyek aplikasi web, atau main game. Sedang tanggung, alasannya.
Sayangnya badan tak bisa dipaksakan. Waktu kuliah saya sering sakit gara-gara kurang tidur. Paling tidak, migrain pasti menyerang. Biasanya saya bunuh migrain dengan Neuralgin. Tapi tentunya itu bukan menjadi penghalang untuk saya begadang lagi… Tambah kopi dan nyalakan televisi walau tak ditonton, saya bisa membelalakkan mata di depan PC selama 24 jam sehari.
Baca lanjutannya… »
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
Saya jarang sekali berpuisi, bahkan saya tidak pernah mau membaca blog manapun yang isi postingnya berupa pusis. Terakhir saya membuat puisi adalah sekitar 6 tahun yang lalu, hanya untuk mencoba membuat seorang wanita jatuh hati. Berhasil, dia jadi istriku sekarang, padahal kalau saya baca lagi puisi-puisi waktu itu, ingin tertawa rasanya… Kampungan dan sok romantis.
Tapi hari ini saya terdorong lagi untuk menulis sepenggal pusi kampungan lagi, sebagai balasan atas sepenggal puisi yang sudah lebih dahulu dilontarkan oleh rekan yang hendak pindah ke perusahaan lain untuk menduduki posisi yang istimewa.
Posted in Uncategorized | 3 Comments »
Rekan sekantor, Ferry, sedang kelabakan hari ini. Dia baru saja memberikan informasi kartu kreditnya berupa nomor kartu, expire date, sampai 3 digit rahasia di belakang kartu. Dan gawatnya, bukan hanya satu tapi 3 kartunya dan salah satunya Gold!
Entah bagaimana caranya si penipu ini bisa mengelabui rekan saya. Saya sempat berbicara dengan si pelaku dan mengaku sebagai staf Ferry untuk mencoba mengulur waktu ketika Ferry sedang berusaha memblokir kartu-kartunya, dan memang gaya bicaranya sangat sopan dan meyakinkan.
Baca lanjutannya… »
Posted in the moment | 3 Comments »
Walaupun banyak yang masih memandang sebelah mata pada Tukul si pemandu acara “Empat Mata” di salah satu televisi swasta, namun saya akui, salut, selain terhadap perjuangannya meniti karir di bidang entertainment, namun juga keberhasilannya menjadi trend setter!
Ada banyak perubahan sekitar sebulan terakhir ini di kantor, kok rasanya jadi tak lengkap bila gurauan sesama pegawai tidak dibumbui “kembali ke laptop”, “nDeso”, “Katrok”, dan lain-lain, yang sering diucapkan oleh Tukul pada saat sedang memandu talkshow-nya. Bahkan uniknya, kadang ejekan dalam bahasa jawa dengan logat medok yang mungkin tak pernah diucapkan si Tukul pun dapat membuat semua orang tertawa karena teringat ucapan-ucapan si Tukul ini. Ndak nyambung itu, dasar nDESO!!
Posted in the moment | 1 Comment »
Gmail rupanya sudah mulai kewalahan menghadapi spammer yang makin cerdik, pada mulanya saya tenang saja meletakkan alamat email saya secara lengkap tak ter-enkripsi di halaman about blog ini, toh sekalian ingin menguji 2 hal, pertama, seberapa cepat blog saya diketahui oleh mesin spam, dan kedua seberapa hebat gmail menangkis serangan spam tersebut.
Kasus pertama hasilnya kurang memuaskan, karena mungkin blog ini memang bukan blog populer, sedikit sekali link ke blog ini.
kasus kedua, awalnya memuaskan, karena puluhan spam per-hari tersaring oleh gmail, dan otomatis masuk ke folder “spam”. Namun untuk beberapa minggu terakhir, saya belum yakin mengapa, banyak spam yang lebih dulu masuk ke inbox saya sebelum Gmail mengenalinya sebagai spam. Sebagian dari spam-spam yang lolos menyertakan gambar di dalam e-mailnya, sepertinya ini yang membuatnya tak terdeteksi, mengelabui Gmail dengan tidak menyertakan kata-kata kunci spam dalam teks, melainkan dalam gambar. Tanya kenapa?
Blog ini menggunakan plugin standarnya untuk menyaring spam komentar, yaitu dengan menggunakan Akismet, yang sudah sukses menyaring ratusan spam komentar ke blog ini. Namun hari ini saya temukan ada 2 yang lolos. Mudah-mudahan ini tidak sering terjadi.
Saya lupa mengambil skrinsyut spam-spam yang ada, sudah terlanjur dilaporkan dan dihapus semua (betapa bodohnya…).
Berikut salah satu contoh spam yang tak terdeteksi :
Posted in blog ini, the moment | 2 Comments »
Tadinya saya ingin melupakan saja pengalaman menegangkan kabur dari pungli polantas kemarin, tapi berhubung sedang blogwalking dan tak sengaja mampir di sebuah blog baru pungli.wordpress.com, jadi teringat kembali pengalaman kemarin.
Kemarin, karena kebetulan long weekend, kakak saya sekeluarga beserta anak-anaknya yang tinggal di Jakarta liburan ke Bandung. Kami lalu berkunjung ke Museum Geologi dan Rumah makan Laksana. Sepulangnya dari Laksana, di perempatan jalan Ahmad Yani dan jalan Laswi, kebetulan lampu hijau sudah berpindah ke kuning, namun kakak ipar saya yang sedang giliran mengemudi, tetap melaju. Tentu saja itu bukan kesalahan kan? Masak kita harus mengerem mendadak ketika lampu berpindah ke kuning di saat kami tepat berada di perempatan ??.
Posted in the moment | No Comments »