<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: anak pengemis, pengemis anak</title>
	<atom:link href="http://blog.susiloadhy.net/2006/11/02/anak-pengemis-pengemis-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.susiloadhy.net/2006/11/02/anak-pengemis-pengemis-anak/</link>
	<description>Codes Translation of Life and Thoughts</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Dec 2011 05:05:53 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: Fanny Nasril</title>
		<link>http://blog.susiloadhy.net/2006/11/02/anak-pengemis-pengemis-anak/#comment-141</link>
		<dc:creator>Fanny Nasril</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2007 08:53:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.susiloadhy.net/2006/11/02/anak-pengemis-pengemis-anak/#comment-141</guid>
		<description>Nah, itu tugas kita untuk menekan jumlah para pengemis mini atau pengamen mini....

Kita usahakan semua slogan yang ada di perempatan jalan yang bentuknya bundar bukan cuma hiasan yang menuh-menuhin jalan... (ada tuh di Prapatan Riau, Dan Sukahaji...pernah gue tunjukin deh...)

Yang perlu dicermati adalah takutnya mereka menjadi sasaran empuk pelecehan seksual...

Selain daripada itu bisa dibayangin dong mental generasi setelah kita...jika kita biarkan mereka masih enjoy dengan propfesi ini sampai dewasa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nah, itu tugas kita untuk menekan jumlah para pengemis mini atau pengamen mini&#8230;.</p>
<p>Kita usahakan semua slogan yang ada di perempatan jalan yang bentuknya bundar bukan cuma hiasan yang menuh-menuhin jalan&#8230; (ada tuh di Prapatan Riau, Dan Sukahaji&#8230;pernah gue tunjukin deh&#8230;)</p>
<p>Yang perlu dicermati adalah takutnya mereka menjadi sasaran empuk pelecehan seksual&#8230;</p>
<p>Selain daripada itu bisa dibayangin dong mental generasi setelah kita&#8230;jika kita biarkan mereka masih enjoy dengan propfesi ini sampai dewasa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

