Polisi dan Paranormal

October 28th, 2006 by bayu

Dua minggu yang lalu saya membuat tulisan mengenai ditemukannya jenazah dalam sebuah mobil di area parkir Mall Lingkar Selatan (Mollis-Bandung). Ada yang unik dari cara investigasi kepolisian di Indonesia. Sejauh yang saya perhatikan, polisi tidak terlihat seperti di film-film Hollywood, dimana setiap detil di TKP akan diperiksa secara teliti. Saya tidak melihat anggota kepolisian yang menggunakan sarung tangan saat memeriksa TKP. Tidak ada tukang foto khusus, hampir semua membawa kamera masing-masing dan memotret sana-sini. Kini pembunuhan mulai terungkap, dan uniknya, mereka melibatkan paranormal.

Sampai detik ini saya termasuk orang yang skeptis terhadap paranormal. Saya tidak pernah percaya ramalan bintang. Setiap ada Mama Loren (Lauren, loren, atau apa lah) itu di TV, saya pindahkan Channel TV saya. Bagi saya menontonnya mungkin sama saja dengan menonton film kartun: kucing bisa bicara, tikus terlindas buldozer sampai gepeng, hanya untuk jadi bahan tertawaan anak-anak saja. Namun entah mengapa masih banyak orang yang sangat percaya dengannya.

Tak bisa dipungkiri, image paranormal, dukun, dan sejenisnya masih sangat kental di negeri ini. Dari yang ingin cepat kaya, minta jodoh , sembuhkan penyakit, ingin tahu masa depan, sampai santet (voodoo). Bahkan di film bertema teknologi seperti the Matrix pun menggambarkan betapa kuatnya peran seorang paranormal di dalamnya.

Sebagian paranormal dipercaya dapat mendatangkan roh atau arwah orang-orang yang sudah meninggal. Walaupun saya masih ragu dengan hal ini, yang jelas ternyata roh yang “dipanggil” oleh paranormal di-claim dapat membantu kepolisian dalam mengungkap misteri pembunuhan di Mall Lingkar Selatan (Mollis) Bandung.

Kalau tidak salah pada hari Kamis 26 Oktober kemarin, kepolisian meminta bantuan paranormal untuk berkomunikasi dengan roh pelaku (digaris bawahi, bukan roh korban), yang tidak lain adalah suami dari korban. Entah bagaimana cara berkomunikasinya paranormal dengan roh pelaku yang notabene sebenarnya masih hidup ini, hasilnya adalah rohnya mengaku bahwa pembunuhan memang dilakukan oleh dirinya, sang suami.

Saya tidak tahu apakah berita ini sampai ke media atau tidak. Bisa jadi tidak diungkapkan di media cetak, karena mungkin cara ini agak silly. Abaikan dulu silliness dari cara kepolisian tersebut, tapi paling tidak, mungkin informasi dari paranormal dapat membantu fokus penyelidikan kepolisian. Tentunya bila kepolisian sudah terfokus ke satu tersangka, proses investigasi dapat lebih efisien.

Kalau begitu, harusnya polisi Indonesia dapat mengungkap kejahatan lebih cepat daripada CSI ya? Kan baru beberapa hari saja harusnya Kepolisian sudah dapat memperoleh tersangka, betul? :)

Anyway, informasi yang saya peroleh langsung dari salah satu intel yang terlibat dalam penyidikan, suami korban adalah dalang pembunuhan. pelaku berjumlah lima orang. 3 di antaranya adalah pembunuh bayaran, dan 2 diantaranya adalah teman dekat pelaku. Salah satunya adalah seorang wanita yang bertugas mengalihkan perhatian sang korban dengan mengajaknya mengobrol di area parkir. Di saat korban sedang berbicara dengan wanita tersebut, diam-diam seseorang membekapnya dari belakang, menyeret ke tempat yang sepi, dan menusuk perutnya beberapa kali. Setelah itu korban dimasukkan ke dalam mobil dalam keadaan kepala di bawah.

Entah apakah media akan menulis mengenai cara unik kepolisian dalam mengungkap kejahatan ini, tetapi yang saya tahu, saat ini belum diperoleh bukti-bukti yang kuat. Toh pengakuan roh yang dipanggil paranormal tentunya tidak dapat dijadikan bukti otentik… Jadi ya tunggu saja hasilnya.

Posted in the moment | No Comments »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>