Indahnya Wanita - bagian 1

October 6th, 2006 by bayu

Tertarik dengan tulisan Amell, sekaligus mencoba meneruskan tag namun dari sudut yang berbeda. Karena lebih universal, saya memilih menggunakan kata “indah” dibandingkan cantik.

Berbeda dengan pria, wanita diciptakan dalam rupa yang sangat indah. Segala kekurangan fisik dari seorang wanita hanya sebagai variasi ciptaanNya, karena kita semua tahu tidak ada manusia yang sempurna, namun pada dasarnya semua wanita memiliki keindahan.

Baik wanita maupun pria menyukai keindahan, namun keindahan tersendiri memiliki tiga sisi penilaian, baik subyektif, obyektif, maupun relatif. Ada suatu nilai keindahan universal, yang menyebabkan kecantikan wanita adalah menjadi obyektif. Kulit halus, tubuh dengan lekuk yang indah, proporsi badan dan kaki yang tepat, memberikan suatu keindahan yang mungkin universal.

Selain keindahan wanita yang bersifat universal, keindahan seorang wanita juga dapat memiliki nilai yang berbeda-beda, bergantung pada orang yang melihatnya. Saya sendiri sering berbeda pendapat dengan teman-teman saya mengenai wanita yang menarik. Saya tidak yakin apakah keindahan yang saya sukai itu inner beauty atau bukan, tapi selama ini saya selalu tertarik pada wanita yang pandai, ramah, dan memiliki banyak aktivitas. Bagi saya ini nilai subyektifnya.

Sudah jelas keindahan memiliki nilai relatif, saat melihat kontes Puteri Indonesia, saya masih saja melihat banyak wanita yang kurang cantik, padahal mungkin dia sudah merupakan wanita tercantik luar-dalam di daerahnya masing-masing. Ya kan?

Ada artikel menarik soal inner beauty di sini. Pada tahun 1972, 23 persen wanita Amerika merasa kurang puas dengan keindahan pada dirinya. Namun pada tahun 1997, persentase wanita Amerika yang kurang puas terhadap dirinya meningkat hingga 56 persen. Pertanyaannya, apakah di saat itu jumlah wanita cantik lebih banyak?

DSCN2714 Kemajuan teknologi, dari teknologi kedokteran hingga kosmetika, mendorong terjadinya pergeseran nilai keindahan. Iklan-iklan di berbagai media berlomba menarik calon pelanggan dengan menyuguhkan bintang-bintang iklan yang secara fisik nyaris sempurna. Di satu sisi, menunjukkan bahwa keindahan bukan hanya bakat yang diperoleh sejak lahir, tetapi juga dapat diperoleh melalui pemeliharaan tubuh, bahkan operasi. Hal ini tentunya banyak mengakibatkan bergesernya nilai keindahan. Sayangnya, ini mengakibatkan munculnya suatu gambaran bahwa seperti yang ada di media-medialah seharusnya wanita cantik itu. Tentunya nilai obyektif tidak lagi dapat dikatakan obyektif disini.

Saya pernah memperoleh file presentasi bagaimana kosmetika dapat mengubah wanita yang kurang menarik menjadi sangat cantik, entah ini hoax atau bukan, tapi pada dasarnya hal itu sudah dapat menggambarkan seberapa banyak kontribusi kemajuan teknologi dapat menyempurnakan keindahan seorang wanita.

Posted in Uncategorized |

3 Responses to “Indahnya Wanita - bagian 1”

  1. amellie  Says:

    yap, setuju :)
    definisi cantik antara jaman skrg ama jaman dulu kan jg beda.. dulu kalo gak salah, wanita yg punya pinggang paling kecil itu cantik hehhe. dan bbrp tribe juga punya definisi cantik yg beda2.. misalnya, make anting terbanyak lah.. dsb

    thanks udah nerusin tagnya..

  2. mulia  Says:

    iya, setuju juga. banyak hal di dunia ini relativ sekali, by time, by individual, by occasion bisa berubah.termasuk indah.

    in general emang manusia normal memilih untuk tidak pusing sama yang relativ2 gini, tapi ketika hal itu mempengaruhi kualifikasi diri (misal; standar gaji, tingkat kegantengan pacar, atau tingkat ketenaran bagi para artis-;)biasanya mereka akan protes juga..

    saya setuju wanita/pria bersolek untuk menonjolkan keindahan hingga tingkat tertentu, tapi kalo sampai operasi plastik total supaya mirip artis, misalnya, saya nggak setuju.
    but then again, ketidkasetujuan saya ini akan dinilai relativ banget..

    hehe..relativitas hidup..

  3. Fanny Nasril  Says:

    D’accord…setuju…

    Standar kecantikan cewek di dunia ini seperti budaya POP..stereo type.. wanita cantik adalah WANITA yang memiliki spesifikasi seperti BARBIE..

    Sehingga wanita yang tidak seperti barbie dianggap wanita yang tidak trendy. Alhasil para wanita berbondong-bondong untuk merubah diri mereka seperti barbie…merubah ukuran payudara dengan menyisipkan silikon, memakai high heel untuk memberikan kesan kaki ramping, mengangkat rusuk bagian bawah untuk mendapatkan pinggang ramping, mempergunakan krim pemutih untuk tampak charming..dll…

    Padahal untuk melakukan hal-hal di atas harus dibayar dengan uang yang tidak sedikit dan rasa nyeri….

    Begitulah fenomena yang ada…
    Padahal kalau memang niatnya untuk menarik perhatian lawan jenis mah, sudah ada 2 cara simple dan bebas resiko rasa sakit (kalo biaya relatif). Mau tahu ?

    1. Be Smart & Asertif…cara ini memang agak susah. Karena tidak semua wanita dikaruniai otak encer, uang untuk sekolah, dan kepribadian hangat. Jadi yang merasa tidak mempunyai karunia di atas..silahkan pilih cara kedua ini :

    2. Pasang susuk dari dukun…murah, dan gampang kan…dan terbukti efektif lagi…

    BENER GAK ? (teteup gak bisa serius)

Leave a Reply